Profil Soemitro Djojohadikoesoemo, Ayah Mantan Danjen Kopassus yang Melahirkan Banyak Menteri
Selasa, 16 November 2021 - 05:08 WIB
Seomitro pulang ke Indonesia pada tahun 1946 dan diangkat menjadi staf oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Selanjutnya ia bergabung dengan Partai Sosialis yang dipimpin oleh Sjahrir bersama Amir Sjarifuddin. Ia juga pernah menjadi Direktur Utama Banking Tranding Center (BTC) yang berdagang di luar negeri dan sempat menjadi kuasa Republik Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat.
Soemitro dikenal aktif menulis dengan cakupan khusus masalah ekonomi. Ia pernah menulis sebanyak 130 buku dan menulis makalah dalam Bahasa Inggris dari tahun 1942-1994. Buku terakhir yang ia tulis berjudul "Jejak Perlawanan Begawan Pejuang", diterbitkan di Pustaka Sinar Harapan, April tahun 2000. Soemitro memperoleh banyak penghargaan, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, di antaranya Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant, First Class dari Kerajaan Belgia,dan yang lainnya dari Republik Tunisia dan Prancis.
Soemitro menikah dengan Dora Marie Sigar pada 7 Januari 1947, meski mereka berbeda agama. Setelah menikah mereka tinggal di daerah Matraman, Jakarta. Soemitro dikaruniai empat orang anak. Anak pertamanya bernama Biantiningshin Miderawati, yang memiliki gelar sarjana pendidikan dari Harvard. Anak keduanya bernama Matiani Ekowati, seorang ahli mikrobiologi. Anak ketiganya adalah Prabowo Subianto. Sedangkan anak bungsunya bernama Hashim Sujono, yang saat ini menjadi pebisnis di Grup Arsari.
Soemitro meninggal di Rumah Sakit Dharma Nugraha Jakarta pada 9 Maret 2001 setelah menderita sakit jantung dan penyempitan pembulu darah. Soemitro tutup usia dalam usia 84 tahun. (MG10- Soraya Balqis)
Soemitro dikenal aktif menulis dengan cakupan khusus masalah ekonomi. Ia pernah menulis sebanyak 130 buku dan menulis makalah dalam Bahasa Inggris dari tahun 1942-1994. Buku terakhir yang ia tulis berjudul "Jejak Perlawanan Begawan Pejuang", diterbitkan di Pustaka Sinar Harapan, April tahun 2000. Soemitro memperoleh banyak penghargaan, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, di antaranya Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant, First Class dari Kerajaan Belgia,dan yang lainnya dari Republik Tunisia dan Prancis.
Soemitro menikah dengan Dora Marie Sigar pada 7 Januari 1947, meski mereka berbeda agama. Setelah menikah mereka tinggal di daerah Matraman, Jakarta. Soemitro dikaruniai empat orang anak. Anak pertamanya bernama Biantiningshin Miderawati, yang memiliki gelar sarjana pendidikan dari Harvard. Anak keduanya bernama Matiani Ekowati, seorang ahli mikrobiologi. Anak ketiganya adalah Prabowo Subianto. Sedangkan anak bungsunya bernama Hashim Sujono, yang saat ini menjadi pebisnis di Grup Arsari.
Soemitro meninggal di Rumah Sakit Dharma Nugraha Jakarta pada 9 Maret 2001 setelah menderita sakit jantung dan penyempitan pembulu darah. Soemitro tutup usia dalam usia 84 tahun. (MG10- Soraya Balqis)
(thm)
Lihat Juga :