Hasto Sindir Politik Bansos Era SBY, Demokrat Balik Serang Kasus Juliari Batubara

Selasa, 02 November 2021 - 07:10 WIB
"Fokusnya Bapak SBY pun dulu jelas. Pro Poor. Membantu rakyat susah, sampai 8 juta keluar dari garis kemiskinan, beda jauh dibandingkan era sekarang yang hanya mampu mengurangi 2 jutaan penduduk miskin di lima tahun pertama. Dulu era Bapak SBY, membantu mengurangi pengangguran sampai 3 juta penduduk. Beda dengan sekarang yang mentok di 100 ribuan saja selama lima tahun pertama," tuturnya.

Tak hanya itu, kata dia, saat ini rakyat banyak yang susah, negara kondisi keuangannya pun susah. Di mana, utang negar membengkak terus, bahkan berkali-kali lipat dibandingkan era SBY.

"Jadi, jangan mengalihkan perhatian. Dulu jaman Bapak SBY, rakyat senang dan bahagia, kondisi ekonomi negara sangat baik. APBN kita naik empat kali lipat lebih dibandingkan era sebelumnya," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung soal kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kali ini, dia mengungkit penggunaan politik bantuan sosial (Bansos) pada Pemilu 2009 silam. Baca juga: Andi Arief Sindir Hasto: Gabung PDIP di saat Senang, Bukan saat Partai Susah

"Coba CSIS hitung berapa biaya Pemilu kita dari pusat hingga ke daerah dan itu adalah beban bagi APBN, beban bagi keuangan negara. Belum dampak dari politik populism, akibat bansos yang kemudian menjadi model setelah itu diterapkan pada tahun 2009 dalam politik bansos," kata Hasto dalam paparannya di diskusi CSIS Indonesia bertajuk Menimbang Sistem Pemilu 2024 secara daring, Senin (1/11/2021).
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!