Karya Trimatra Seniman Muda Salihara

Selasa, 02 November 2021 - 05:17 WIB
baca juga: SBY Unggah 5 Lukisan Terbaru, Salah Satunya Analogi Kondisi Demokrat Saat Ini

Sementara itu, Argya Dhyaksa dalam karyanya seperti mengatakan, bahwa tidak akan pernah ada yang sempurna. Hal ini bisa jadi bersangkut paut dengan pengalamannya sebagai seorang keramikus yang, senantiasa berdebar-debar; apakah keramik di dalam tungku itu akan berhasil, atau cacat dan rusak selama proses pembakaran. Keramikus muda ini dalam karya-karyanya menampilkan ketidaksempurnaan itu dalam tulisan plesetan yang diabadikan pada sebuah bentuk menyerupai prasasti.

Sebagai seorang seniman, dibanding dua temannya yang sangat serius dalam berkarya, Argya memiliki daya bermain-main yang kuat. Ia juga membuat keramik-keramik mungil yang dimasukkannya ke dalam botol. Lebih ekstrem lagi, ia menempatkan sebuah headphone di salah satu dinding yang, sebenarnya tidak ada isi suara apa-apa, kecuali kehadiran headphone itu sendiri.

baca juga: Hebat! SBY Telurkan 54 Lukisan Alam Indonesia

“Setelah melalui perjalanan panjangnya—sejak memenangi Kompetisi Trimatra Salihara 2019, ketiga perupa muda ini memperlihatkan, bahwa perkembangan teknologi masa kini, kondisi sosial budaya, dan lingkungan tempat mereka tinggal, memberi efek atau pengaruh yang luas pada kelahiran karya-karya mereka,” tutup Asikin Hasan.

Bagi penikmat seni yang hendak mengikuti pameran seni rupa ini atau mendapatkan informasi lebih jauh, silakan klik. Pengunjung juga dapat menghadiri pameran https://salihara.org secara langsung, mulai 30 Oktober - 30 November (Senin tutup), dengan melakukan registrasi di https://salihara.org/three-for-plastic-hearts/.
(ymn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!