Energi Bersih Jadi Pokok Bahasan di G20

Senin, 01 November 2021 - 09:23 WIB
Selain itu, pasokan batu bara yang melimpah juga bisa menjadi pertimbangan bagaimana komoditas ini bisa menjadi andalan untuk menggerakkan perekonomian. Jika dianggap sebagai sumber emisi, maka harus dicarikan teknologi yang bisa memungkinkan proses pembangkitan listrik dari batu bara dengan emisi yang seminimal mungkin.

KTT G20 tahun ini juga menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, mulai 1 Desember tahun ini Indonesia secara resmi menjadi presidensi G20 untuk tahun depan. Dengan demikian, Indonesia sekaligus akan menjadi tuan rumah KTT berikutnya yang rencananya digelar di Bali.

Presidensi G20 ini merupakan yang pertama bagi Indonesia dan menjadi sebuah kehormatan bagi Indonesia disertai tanggung jawab yang besar yang tentunya harus dijalankan dengan baik.

Pada rangkaian KTT G20 di Roma, Indonesia juga memanfaatkan kesempatan ini dengan menggelar sejumlah pertemuan baik bilateral maupun multilateral dengan sejumlah negara. Satu di antaranya pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison.

Pada pertemuan ini topik yang dibahas adalah soal energi dan perubahan iklim. Dalam pertemuan itu, Australia menyatakan dukungannya terhadap kebijakan di sektor energi dan transisi energi yang sudah dijalankan Indonesia.

Pembahasan lainnya adalah terkaitvaccinated travel line(VTL) di mana Australia akan merevitalisasi turis dan membolehkan warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri, termasuk ke Indonesia, terutama untuk WN yang sudah divaksin dua kali.

Indonesia dan Australia juga sepakat terkait isu ekonomi digital yang akan dibahas di presidensi G20 Indonesia tahun depan. Ini bertujuan agar kebijakan dan regulasi di sektor digital tidak berbeda dengan sektor konvensional, utama dari segi platform yang digunakan.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(ynt)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More