Energi Pemuda Sangat Besar Cegah Radikalisme dan Terorisme

Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:52 WIB
Ia melanjutkan, Indonesia sebagai rumah milik seluruh rakyat Indonesia harus dirawat bersama segenap lapisan. Khususnya para pemuda sebagai pemegang estafet kemerdekaan dan penerus perjuangan bangsa dari ancaman ideologi transnasional, radikalisme serta terorisme.

Menurutnya, ideologi yang bertentangan tersebut bertujuan mengubah bentuk dan dasar negara. Terlebih berdasarkan data yang ada, Indonesia menghadapi bonus demografi 70% angkatan muda di 2030 mendatang, sehingga hal ini bisa menjadi kekuatan besar, namun di sisi lain juga sebagai ancaman.

"Ketika pemuda ini terpapar radikalisme, tentunya mereka tidak peduli dengan keadaan bangsa, tidak peduli dengan persatuan, kesatuan, dan perdamaian. Ini tentunya bisa merusak tatanan bangsa yang memiliki harapan untuk bersatu, maju, adil, sejahtera, sehingga pemuda mempengaruhi kehidupan berbangsa kedepannya," katanya.

Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, DPR: Regenerasi Kepemimpinan Sangat Penting



Ia menilai, nilai-nilai yang tertuang pada Sumpah Pemuda ini akan tetap relevan, sejalan dengan perkembangan zaman. Di samping itu, gesekan dan dinamika yang terjadi di masyarakat akibat mulai masuknya ideologi transanasional yang ingin mengganti bentuk dan ideologi negara, semakin menguatkan relevansi Sumpah Pemuda sebagai pengingat bagi masyarakat tentang komitmen sebagai anak bangsa.

"Justru Sumpah Pemuda harus terus menjadi pengingat bagi kita tentang ikrar atau komitmen yang sangat mengikat sebagai anak bangsa. Jangan bikin lagi simbol lain atau sejenis lainnya selain yang ada di Indonesia saat ini. Misalnya bendera, ya kita pakai bendera Merah Putih, jangan ada bendera lain," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!