Wakil Ketua MPR: Perlu Pendekatan Kultur dan Diplomasi Terkait Konflik Papua
Rabu, 27 Oktober 2021 - 20:44 WIB
Untuk itu, Nowela mengajak seluruh masyarakat Papua menjaga kedamaian. “Apapun yang sudah dilalui dan dinikmati di Papua adalah campur tangan dari Indonesia. Saya bangga Pak Jokowi meresmikan tonggak sejarah Jembatan Youtefa karena menghubungkan kawasan utama Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami. Dengan adanya jembatan tersebut transportasi menjadi mudah dan perekonomian lebih lancar. Saya bangga jadi orang papua dan bangga jadi orang Indonesia.” jelasnya.Baca juga: Sandiaga Uno Siapkan Dana Alokasi Khusus Bangun Pariwisata di Papua
Nowela menambahkan, Indonesia sangat sayang pada masyarakat Papua. Banyak sekali pintu-pintu yang dibuka untuk memajukan masyarakat Papua seperti beasiswa dan sebagainya. ”Mari Lakukan apa yang bisa kita lakukan dari hal-hal kecil mulai dari diri sendiri. Indonesia ibarat keluarga dan Jokowi adalah orang tua kita.” ajaknya kepada para generasi milenial.
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan kebijakan pemerintah terhadap Papua sudah luar biasa meski perlu ditingkatkan dengan melakukan pendekatan kultur. “Harapan saya, pemberdayaan Papua harus dekat dengan kultur masyarakat Papua. Papua memiliki kultur dan asal usul yang unik dibanding suku-suku lain, keunikan ini mendapat pengakuan dunia internasional seperti noken. Karenanya tidak hanya pendekatan kultur Papua, namun perlu dilanjutkan dengan diplomasi terkait Papua di dunia internasional, karena Papua juga kaya sumber daya alam,” katanya saat mengikuti webinar Spirit of Papua: Indonesian Cultural and National Identity.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, diplomasi sangat penting karena seringkali Papua mendapatkan simpatik dari dunia internasional. Diplomasi terkait Papua juga harus disesuaikan untuk menepis kecemburuan dan anggapan adanya eksploitasi pusat terhadap daerah.
”Persoalan Papua tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan saja tetapi harus diselesaikan dengan pendekatan budaya. Misalnya memaksimalkan peran pemuka agama seperti pastur untuk merangkul masyarakat di pedalaman. Orang Papua di desa-desa cenderung lebih menghormati pemuka agama daripada pejabat lokal setempat,” ucapnya.
Nowela menambahkan, Indonesia sangat sayang pada masyarakat Papua. Banyak sekali pintu-pintu yang dibuka untuk memajukan masyarakat Papua seperti beasiswa dan sebagainya. ”Mari Lakukan apa yang bisa kita lakukan dari hal-hal kecil mulai dari diri sendiri. Indonesia ibarat keluarga dan Jokowi adalah orang tua kita.” ajaknya kepada para generasi milenial.
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan kebijakan pemerintah terhadap Papua sudah luar biasa meski perlu ditingkatkan dengan melakukan pendekatan kultur. “Harapan saya, pemberdayaan Papua harus dekat dengan kultur masyarakat Papua. Papua memiliki kultur dan asal usul yang unik dibanding suku-suku lain, keunikan ini mendapat pengakuan dunia internasional seperti noken. Karenanya tidak hanya pendekatan kultur Papua, namun perlu dilanjutkan dengan diplomasi terkait Papua di dunia internasional, karena Papua juga kaya sumber daya alam,” katanya saat mengikuti webinar Spirit of Papua: Indonesian Cultural and National Identity.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, diplomasi sangat penting karena seringkali Papua mendapatkan simpatik dari dunia internasional. Diplomasi terkait Papua juga harus disesuaikan untuk menepis kecemburuan dan anggapan adanya eksploitasi pusat terhadap daerah.
”Persoalan Papua tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan saja tetapi harus diselesaikan dengan pendekatan budaya. Misalnya memaksimalkan peran pemuka agama seperti pastur untuk merangkul masyarakat di pedalaman. Orang Papua di desa-desa cenderung lebih menghormati pemuka agama daripada pejabat lokal setempat,” ucapnya.
Lihat Juga :