PCR Jadi Syarat Penerbangan, IDI: Bentuk Kehati-hatian, Cegah Klaster Baru Covid-19

Minggu, 24 Oktober 2021 - 10:10 WIB
“Kalau dulu, antigen itu dibolehkan itu supaya lebih cepat supaya lebih murah. Nah, sekarang kan berbagai tempat sudah dilonggarkan baik pariwisata, baik sekolah tatap muka baik, tempat perbelanjaan, jadi karena sudah dilonggarkan saya kira patut diperketat untuk tidak terjadi klaster-klaster baru,” ungkap Zubairi. Baca juga: Satgas IDI Sebut Kebijakan Tes PCR Negatif Sebelum Naik Pesawat Itu Penting

Zubairi juga mengungkapkan PCR paling bagus untuk screening Covid-19 dibandingkan dengan menggunakan GeNose ataupun antibodi lewat tes antigen. “Jadi tolong diingat juga dulu kita pernah screening pakai GeNose, screening pakai antibodi, kemudian terbukti nggak begitu bagus. Ya udah sekarang terbukti juga bahwa PCR lebih baik dari antigen memang harganya agak mahal. Tapi kan menjadi lebih aman,” ucapnya.

Screening ketat dengan PCR ini, kata Zubairi dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi seperti pada bulan Juli-Agustus. “Bayangin, tolong diingat pada Juli-Agustus itu yang meninggal setiap hari di Indonesia tuh 2.000 orang lebih, kita di puncak paling tinggi. Sekarang turun banget, kalau harian kasus baru mingguan itu kita sudah nomor 54 dunia, yang tadinya nomor 1 dan sekarang turun banget. Nah, saya kira nggak ada yang ingin ke nomor satu lagi. Kita memang harus lebih ketat,” paparnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!