Mundurnya Belva Devara karena Besarnya Tekanan Publik

Rabu, 22 April 2020 - 10:50 WIB
Presiden Jokowi saat mengumumkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial, Kamis (21/11/2019) sore. Foto/setkab.go.id
JAKARTA - Mundurnya Adamas Belva Syah Devara dari staf khusus (stafsus) 'milenial' Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak lepas dari tekanan publik yang besar. Pembelaannya melalui media sosial tidak berarti apa-apa.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat mengatakan, ini era baru yang disebut the power of socmed. Pernyataan Belva untuk meredam tekanan dan dugaan konflik kepentingan antara dirinya dan Ruangguru tetap tak bisa membuatnya bertahan di lingkaran Istana.



Belva disorot setelah Ruangguru ditunjuk sebagai mitra penyedia jasa pelatihan daring dalam program Kartu Prakerja. "Tapi tekanan publik lebih kuat, yang membuat akhirnya Belva lebih memilih sebagai entrepreneur dan CEO Ruangguru,” terangnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (22/4/2020).

Masyarakat, menurut Cecep, melihat kasus Belva ini syarat konflik kepentingan yakni ada perusahaan Belva yang mengggarap proyek negara. "Kita tidak bisa menafikan konflik kepentingan antara Belva sebagai stafsus dan CEO Ruangguru dan Skill Academy," tuturnya. (Baca juga: Belva Devara Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden ).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!