Indonesia Kembali Terima 1.199.250 Dosis Vaksin Pfizer
Kamis, 07 Oktober 2021 - 15:26 WIB
Pemerintah Indonesia kembali menerima vaksin Pfizer sebanyak 1.199.250 dosis. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali menerima vaksin Pfizer sebanyak 1.199.250 dosis. Kedatangan vaksin tahap ke-85 dari pembelian langsung tersebut tiba di Bandar Udara Soekarno Hatta pukul 08:00 WIB dan Bandar Udara Ahmad Yani Semarang pukul 11:00 WIB.
“Sehingga total vaksin yang datang dalam bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi adalah 278.281.780 dosis,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Kamis (7/10/2021).
Nadia mengatakan, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin untuk kepentingan vaksinasi nasional. Menurut dia, kedatangan vaksin ini menunjukkan stok vaksin di Indonesia aman. Di lain sisi, lanjutnya, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat segera divaksinasi. “Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat,” ujar Nadia. Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Libur Natal dan Tahun Baru Ancaman Terdekat
Nadia menekankan, pemerintah memasukkan capaian vaksinasi di daerah dalam menjadi salah satu indikator level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan vaksinasi untuk kelompok lansia. Baca juga: Tim Peneliti Klaim Vaksin Nusantara Bisa Digunakan Jadi Booster
“Sehingga total vaksin yang datang dalam bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi adalah 278.281.780 dosis,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Kamis (7/10/2021).
Nadia mengatakan, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin untuk kepentingan vaksinasi nasional. Menurut dia, kedatangan vaksin ini menunjukkan stok vaksin di Indonesia aman. Di lain sisi, lanjutnya, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat segera divaksinasi. “Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat,” ujar Nadia. Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Libur Natal dan Tahun Baru Ancaman Terdekat
Nadia menekankan, pemerintah memasukkan capaian vaksinasi di daerah dalam menjadi salah satu indikator level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah peningkatan vaksinasi untuk kelompok lansia. Baca juga: Tim Peneliti Klaim Vaksin Nusantara Bisa Digunakan Jadi Booster
Lihat Juga :