Nuning: Pancasila Harus Jadi Pedoman Hidup Berbangsa dan Bernegara
Senin, 01 Juni 2020 - 08:01 WIB
Anggota Komisi I DPR Periode 2009-2014 ini menilai, situasi Indonesia yang tengah menghadapi Covid 19 membutuhkan solidaritas sosial sebagai cerminan Pancasila. Nuning menegaskan, bangsa Indonesia harus bersatu saling bahu membahu, bergotong royong menghadapi pandemi ini. ”Bukan malah mengambil kesempatan dalam kesempitan memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya yang ingin memecah belah bangsa maupun mengganggu pemerintahan yang sah baik itu dari kelompok yang mengatasnamakan agama tertentu atau kelompok politik tertentu,” tegasnya.
Bentuk gerakan anti Pancasila seperti halnya radikalisme dan ekstremisme di Indonesia harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri. Nuning menyebut, ancaman bagi Pancasila bisa dari dalam maupun luar negeri berupa masuknya berbagai kebudayaan dan paham baru dari luar negeri, adanya campur tangan politik dari badan-badan asing di dalam negeri, maraknya propaganda politik yang bertujuan melemahkan Pancasila baik melalui media sosial maupun media mainstream dari dalam dan luar negeri.
”Dalam menghadapi ancaman ideologi ini, kita patut apresiasi BIN di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Budi Gunawan yang telah mampu meminimalisir disintegrasi bangsa serta turut serta menjaga stabilitas nasional di segala lini bidang Ipoleksosbud,” ucap Nuning.
Untuk itu, Nuning menyarankan pendidikan cinta Tanah Air dan memahami Pancasila harus digalakkan di lembaga pendidikan dan politik dengan cara yang modern dan mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah diterima masyarakat. Program deradikalisasi dan antiradikalisasi harus semakin digalakkan di tengah masyarakat. Termasuk deradikalisasi dunia maya karena semakin banyaknya berita hoaks dan hal berbau post truth.
Bentuk gerakan anti Pancasila seperti halnya radikalisme dan ekstremisme di Indonesia harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri. Nuning menyebut, ancaman bagi Pancasila bisa dari dalam maupun luar negeri berupa masuknya berbagai kebudayaan dan paham baru dari luar negeri, adanya campur tangan politik dari badan-badan asing di dalam negeri, maraknya propaganda politik yang bertujuan melemahkan Pancasila baik melalui media sosial maupun media mainstream dari dalam dan luar negeri.
”Dalam menghadapi ancaman ideologi ini, kita patut apresiasi BIN di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Budi Gunawan yang telah mampu meminimalisir disintegrasi bangsa serta turut serta menjaga stabilitas nasional di segala lini bidang Ipoleksosbud,” ucap Nuning.
Untuk itu, Nuning menyarankan pendidikan cinta Tanah Air dan memahami Pancasila harus digalakkan di lembaga pendidikan dan politik dengan cara yang modern dan mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah diterima masyarakat. Program deradikalisasi dan antiradikalisasi harus semakin digalakkan di tengah masyarakat. Termasuk deradikalisasi dunia maya karena semakin banyaknya berita hoaks dan hal berbau post truth.
(cip)
Lihat Juga :