Presiden Jokowi : Masyarakat Harus Sadar Varian Delta Mengintip Kita, Begitu Lengah Langsung Naik
Selasa, 07 September 2021 - 02:03 WIB
Presiden Joko Widodo meminta kepada jajarannya untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat terkait pandemi COVID-19 untuk menghindari adanya euforia yang berlebihan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta kepada jajarannya untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat terkait pandemi COVID-19 untuk menghindari adanya euforia yang berlebihan. Presiden menekankan bahwa virus ini bisa dikendalikan, namun tidak mungkin hilang sepenuhnya.
“Masyarakat harus sadar bahwa COVID-19 selalu mengintip. Varian delta selalu mengintip kita. Begitu lengah, bisa naik lagi,” ucap Presiden dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden pada Senin (6/9/2021) malam.
Hal itu dikatakan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas terkait evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama jajarannya melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta. (Baca juga; Varian Mu Dipastikan Belum Ditemukan di Indonesia )
Kepala Negara juga melihat bahwa kasus harian COVID-19 selama tiga hari kemarin mengalami penurunan. Tak hanya kasus harian, angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) secara nasional juga turun ke angka 20 persen.
“Masyarakat harus sadar bahwa COVID-19 selalu mengintip. Varian delta selalu mengintip kita. Begitu lengah, bisa naik lagi,” ucap Presiden dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden pada Senin (6/9/2021) malam.
Hal itu dikatakan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas terkait evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama jajarannya melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta. (Baca juga; Varian Mu Dipastikan Belum Ditemukan di Indonesia )
Kepala Negara juga melihat bahwa kasus harian COVID-19 selama tiga hari kemarin mengalami penurunan. Tak hanya kasus harian, angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) secara nasional juga turun ke angka 20 persen.
Lihat Juga :