Kepemimpinan Kolektif Solusi Penyatuan Peradi
Jum'at, 03 September 2021 - 23:44 WIB
Hasil Munas bersama untuk menentukan suara terbanyak sebagai Ketua Umum, kedua terbanyak sebagai Ketua I, ketiga terbanyak sebagai Ketua II dan begitu seterusnya. “Model kepemimpinan kolektif diharapkan akan menjawab konflik selama ini baik karena kekecewaan terhadap Munas maupun perbedaan cara pandang yang sebenarnya dapat diuji dan diputuskan secara kolektif”, tegas Rivai. Baca juga: Otto Hasibuan: Single Bar Merupakan Wadah Tunggal Organisasi Advokat Terbaik
Jika usulan ini bisa diterima tokoh-tokoh senior Peradi, Rivai juga berharap peluang rekonsiliasi dibuka terhadap organisasi diluar Peradi agar wadah tunggal advokat sesuai amanah Undang-Undang Advokat dapat terwujud kembali.
"Pentingnya wadah tunggal advokat guna menjamin kwalitas, pembinaan dan pengawasan advokat dalam mewujudkan penegakan hukum yang baik dan melindungi masyarakat pencari keadilan. Mengingat dengan menjamurnya organisasi advokat, memungkinkan oknum advokat berpindah-pindah guna menghindari sanksi etik serta terjadinya ketimpangan kwalitas advokat," tutup Rivai.
Jika usulan ini bisa diterima tokoh-tokoh senior Peradi, Rivai juga berharap peluang rekonsiliasi dibuka terhadap organisasi diluar Peradi agar wadah tunggal advokat sesuai amanah Undang-Undang Advokat dapat terwujud kembali.
"Pentingnya wadah tunggal advokat guna menjamin kwalitas, pembinaan dan pengawasan advokat dalam mewujudkan penegakan hukum yang baik dan melindungi masyarakat pencari keadilan. Mengingat dengan menjamurnya organisasi advokat, memungkinkan oknum advokat berpindah-pindah guna menghindari sanksi etik serta terjadinya ketimpangan kwalitas advokat," tutup Rivai.
(cip)
Lihat Juga :