Biografi BJ Habibie: Karier, Sederet Penghargaan, hingga Filmnya
Jum'at, 03 September 2021 - 06:25 WIB
Sejak kanak-kanak, sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie. Habibie yang memiliki kegemaran menunggang kuda itu harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung.
Tak lama setelah bapaknya meninggal, dia pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Sewaktu SMA, prestasi BJ Habibie mulai tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Dia menjadi sosok favorit di sekolahnya.
BJ Habibie melanjutkan studinya masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB) setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954. Dia mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gelar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965.
BJ Habibie menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung pada tahun 1967. Peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award itu hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.
Kemudian, dia bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman. N250 Gatotkaca adalah salah satu pesawat pertama rancangannya yang sudah masuk museum kini. Sederet penghargaan diperoleh BJ Habibie.
Diantaranya adalah, Bintang Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Negara Bagian Niedersachsen pada 1 Desember 1980, Bintang Penghargaan Tertinggi Republik Federasi Jerman pada 11 Nopember 1980, Bintang Mahaputra Adipurna pada 12 Maret 1998, Bintang Republik Indonesia Adipradana
Tak lama setelah bapaknya meninggal, dia pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Sewaktu SMA, prestasi BJ Habibie mulai tampak menonjol, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Dia menjadi sosok favorit di sekolahnya.
BJ Habibie melanjutkan studinya masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB) setelah tamat SMA di Bandung tahun 1954. Dia mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gelar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965.
BJ Habibie menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung pada tahun 1967. Peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award itu hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.
Kemudian, dia bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman. N250 Gatotkaca adalah salah satu pesawat pertama rancangannya yang sudah masuk museum kini. Sederet penghargaan diperoleh BJ Habibie.
Diantaranya adalah, Bintang Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah Negara Bagian Niedersachsen pada 1 Desember 1980, Bintang Penghargaan Tertinggi Republik Federasi Jerman pada 11 Nopember 1980, Bintang Mahaputra Adipurna pada 12 Maret 1998, Bintang Republik Indonesia Adipradana
Lihat Juga :