Ketum PBNU Sebut Ulama Timur Tengah Gagap Hadapi Pemikiran Baru
Senin, 30 Agustus 2021 - 15:09 WIB
Kiai Said menambahkan pada 1928, akhirnya muncul organisasi Islam bernama Ikhwanul Muslimin (IM) didirikan oleh Hassan Al-Banna guna menumpas penjajahan dan pemikiran barat. Tidak lama setelah Hassan Al-Banna terbunuh penggantinya Sayyid Qutb tidak se-ide dengan pemikiran Hassan Al-banna. Baca juga: Ma'ruf Amin: Khilafah Tak Boleh Ada di Indonesia
"Penggantinya adalah Sayyid Qutb, seorang jurnalis dari Kairo University bukan dari Al Azhar dan bukan ulama Al-Azhar. Dalam tulisannya bahwa semua ideologi yang dari luar Islam apapun ideologinya termasuk ke dalam kelompok jahiliyah baik komunisme, kapitalisme maupun nasionalisme,"urainya.
Sehingga IM dalam perjuangannya yang dibangun oleh Hassan Al-Banna untuk kebangkitan umat Islam ternyata mengarah kepada radikalisme setelah dipimpin oleh penggantinya Sayyid Qutb.
Setelah IM dibubarkan tahun 1965 pemikiran IM tidak hilang dan diteruskan oleh kelompok yang lebih radikal lagi bernama jamaah Takfir wal-Hijra yang mengkafirkan semua orang yang tidak sepaham dengan mereka dimana pendirinya bernama Syukri Ahmad Mustofa pada 1970-an.
"Di padang pasir Sinai, jamaah Islam salat Jumat dibom sebanyak 680 jamaah salat jumat mati semua. Yang membunuh Presiden Anwar Sadat 6 Oktober 1981, inilah gambaran sekilas bagaimana konflik yang belum selesai antara aktivis Islam dengan aktivis nasionalis,"jelasnya.
"Penggantinya adalah Sayyid Qutb, seorang jurnalis dari Kairo University bukan dari Al Azhar dan bukan ulama Al-Azhar. Dalam tulisannya bahwa semua ideologi yang dari luar Islam apapun ideologinya termasuk ke dalam kelompok jahiliyah baik komunisme, kapitalisme maupun nasionalisme,"urainya.
Sehingga IM dalam perjuangannya yang dibangun oleh Hassan Al-Banna untuk kebangkitan umat Islam ternyata mengarah kepada radikalisme setelah dipimpin oleh penggantinya Sayyid Qutb.
Setelah IM dibubarkan tahun 1965 pemikiran IM tidak hilang dan diteruskan oleh kelompok yang lebih radikal lagi bernama jamaah Takfir wal-Hijra yang mengkafirkan semua orang yang tidak sepaham dengan mereka dimana pendirinya bernama Syukri Ahmad Mustofa pada 1970-an.
"Di padang pasir Sinai, jamaah Islam salat Jumat dibom sebanyak 680 jamaah salat jumat mati semua. Yang membunuh Presiden Anwar Sadat 6 Oktober 1981, inilah gambaran sekilas bagaimana konflik yang belum selesai antara aktivis Islam dengan aktivis nasionalis,"jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :