Azyumardi Azra Sebut Politik Identitas Sudah Tak Perlu Dikhawatirkan

Senin, 23 Agustus 2021 - 18:38 WIB
Faktor kedua, kata dia, banyaknya imigran, di negara Eropa banyak imigran, terutama orang Islam, sedangkan di Amerika kebanyakan orang latino dan asia, ditambah lagi orang kulit hitam atau black yang sudah lama hingga mendorong munculnya politik identitas.

Berbeda dengan negara di Eropa dan Amerika, di Indonesia tak ada faktor imigran dan kebanyakan politisi Indonesia relatif bersahabat dengan agama sehingga tak ada politik identitas.

"Sentimen keagamaan, juga belum berhasilnya atau gagalnya komunikasi publik dengan ormas keagamaan dan belum lama ini Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengatakan, pemerintah ini seolah bisa menyelesaikan Covid-19 ini dan tidak mau bicara, tak mau mengajak dialog dengan ormas-ormas agama yang sebetulnya pengaruhnya sangat besar dan mempunyai kemampuan filantropi untuk menggalang solidaritas sosial," katanya.

Maka itu tambahnya, persoalan komuniksi itu menjdi masalah agenda penting bagi pemerintah Indonesia bila ingin memajukan kembali demokrasi Indonesia lantaran bagaimanapun faktor keagamaan itu penting.

Apalagi, ormas-ormas wasatia dan jalan tengah, seperti NU-Muhammdiyah itu diperlukan untuk menjaga stabilitas sosial keagamaan Indonesia, sosial, dan politik Indonesia hingga mempersempit ruang bagi kelompok semacam 212, atau bahkan kelompok radikal dan terorisme untuk mempengaruhi wacana dan arah politik Indonesia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!