IDI Sebut Capaian Vaksinasi Dihitung dari Dosis 2, Indonesia Baru 30,7 Juta
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 14:03 WIB
Wakil Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto mengatakan bahwa vaksin adalah bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya infeksi COVID-19. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) , Slamet Budiarto mengatakan bahwa vaksin adalah bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya infeksi COVID-19 . Dimana untuk mencapai kekebalan 70% populasi harus tervaksinasi.
Oleh karena itu, Slamet mengingatkan bahwa capaian vaksinasi dihitung dari jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan dosis ke-2 vaksin COVID-19. Sementara itu capaian vaksinasi dosis 2 per 20 Agustus kemarin sebanyak 30.753.137 orang. Baca juga: IBI: 40% Kematian Ibu Hamil-Bersalin di Jawa Barat Akibat COVID-19
“Jadi menghitung cakupan vaksin adalah yang kedua bukan (dosis) 1 ditambah (dosis) 2. Tapi yang dua. Kalau satu ditambah dua berarti targetnya 400 juta,” ujarnya dalam Talk Show Polemik MNC Trijaya, Sabtu (21/8/2021).
Slamet menyebut banyak orang yang menghitung capaian vaksin dengan menambahkan jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan dosis 1 ditambah dengan dosis 2.
Oleh karena itu, Slamet mengingatkan bahwa capaian vaksinasi dihitung dari jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan dosis ke-2 vaksin COVID-19. Sementara itu capaian vaksinasi dosis 2 per 20 Agustus kemarin sebanyak 30.753.137 orang. Baca juga: IBI: 40% Kematian Ibu Hamil-Bersalin di Jawa Barat Akibat COVID-19
“Jadi menghitung cakupan vaksin adalah yang kedua bukan (dosis) 1 ditambah (dosis) 2. Tapi yang dua. Kalau satu ditambah dua berarti targetnya 400 juta,” ujarnya dalam Talk Show Polemik MNC Trijaya, Sabtu (21/8/2021).
Slamet menyebut banyak orang yang menghitung capaian vaksin dengan menambahkan jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan dosis 1 ditambah dengan dosis 2.
Lihat Juga :