Indonesia Tak Perlu Tergesa-gesa Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Selasa, 17 Agustus 2021 - 18:18 WIB
Oleh karenanya perlu ditunggu beberapa saat sehingga Indonesia tahu siapa individu yang menjadi pemegang kekuasaan di Afghanistan. Ditegaskan, Indonesia perlu mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memberikan pengakuan kepada pemerintahan baru. Pertama, konstelasi internal di Afghanistan sendiri. Kedua, pandangan masyarakat internasional. Ketiga, pertimbangan politis internal di Indonesia.
“Bentuk pengakuan Indonesia bisa secara tegas tapi bisa juga secara diam-diam kepada pemerintahan baru di Afghanistan,” ucapnya.
Tegas yang dimaksud kata dia adalah Indonesia menyatakan atau memberi selamat kepada pemerintahan baru. Sementara diam-diam maksudnya tanpa ada pernyataan namun Indonesia sudah berhubungan dengan pemerintah baru di Afghanistan. “Bila pemerintah terlalu tergesa-gesa memberi pengakuan dikhawatirkan justru menjadi fatal,” katanya.
Dia menjelaskan mengapa pemberian pengakuan jangan dilakukan secara tergesa-gesa. Karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti yang menjabat. Kemudian, bila asal mengakui individu tertentu justru bisa menjadi sumber masalah bagi internal Afghanistan. “Karena saat ini sedang berlangsung negosiasi damai terkait siapa yang menjadi pemimpin baru,” pungkasnya.
“Bentuk pengakuan Indonesia bisa secara tegas tapi bisa juga secara diam-diam kepada pemerintahan baru di Afghanistan,” ucapnya.
Tegas yang dimaksud kata dia adalah Indonesia menyatakan atau memberi selamat kepada pemerintahan baru. Sementara diam-diam maksudnya tanpa ada pernyataan namun Indonesia sudah berhubungan dengan pemerintah baru di Afghanistan. “Bila pemerintah terlalu tergesa-gesa memberi pengakuan dikhawatirkan justru menjadi fatal,” katanya.
Dia menjelaskan mengapa pemberian pengakuan jangan dilakukan secara tergesa-gesa. Karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti yang menjabat. Kemudian, bila asal mengakui individu tertentu justru bisa menjadi sumber masalah bagi internal Afghanistan. “Karena saat ini sedang berlangsung negosiasi damai terkait siapa yang menjadi pemimpin baru,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :