Mahfud MD Ajak Para Rektor Keagamaan Bangun Kondusifitas Polhukam di Masa Pandemi

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 02:31 WIB
“Kadang kan kritik itu berputar-putar di bawah tak sampai ke atas. Karena mungkin birokrasinya atau karena mungkin pandeminya. Kadangkala kritik itu berputar di bawah padahal itu tidak benar. Itu sebabnya, kita perlu melakukan penguatan literasi dan edukasi pada masyarakat tentang apa yang sebenarnya harus kita lakukan, mana yang hoaks mana tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Fattahul Muluk, Papua, Idrus Alhamid menuturkan penanganan COVID-19 kerap terganggu oleh pesan-pesan hoaks yang ada di media sosial. Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan lantaran akan menumbuhkan sikap saling menyalahkan dan pertentangan di kalangan masyarakat.

"Karena itu, kampus-kampus terutama perguruan tinggi keagamaan, memilki tanggung jawab mengisi ruang publik dengan pesan-pesan agama yang tepat untuk mengimbangi hoaks sekaligus memandu masyarakat," papar Idrus.

Sejumlah rektor yang hadir dalam dialog ini mengakui terjadi keterbelahan di masyarakat akibat penggalangan opini, terutama di group-group WhastaApp dan medsos. Apalagi, segelintir orang menggunakan argumentasi agama oleh pemimpin keagamaan, yang sejak awal tidak pro pada protokol kesehatan dalam penanggulangan COVID-19.

“Seringkali kita selaku pimpinan perguruan tinggi keagamaan itu merasa gamang untuk mengambil peran yang lebih tegas di tengah-tengah masyarakat karena keterbelahan masyarakat akibat dari penggalangan opini,” sebut Masdar Hilmy, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!