Diaspora Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi
Jum'at, 09 Juli 2021 - 16:33 WIB
Salah satunya terkait kebijakan pembatasan jam buka grocery store. Menurut Satya, saat awal Pandemi orang-orang harus antre untuk masuk. Satya mengibaratkan situasi saat itu sama seperti situasi perang.
"Situasi di sana sudah kayak jaman perang. Kita akhirnya cari jam yang tidak begitu ramai untuk belanja," ujarnya. Baca juga: Datangi Serbuan Vaksin, Panglima TNI: Tempat dan Nakes Kunci Percepatan Vaksin Nasional
Namun Satya mengaku bahwa situasi saat ini sudah lebih baik. "Sekarang sih sudah berangsur normal, dan sudah lumayan enak," ucapnya.
Selain itu, Diaspora Indonesia yang menetap di Lakewood, California, ini juga mengaku menyaksikan dan merasakan panic buying di awal kemunculan pandemi.
"Waktu itu di bulan Maret 2020, Presiden Trump mengeluarkan national emergency. Jadi, orang-orang semuanya panik, langsung beli tisu toilet, tisu basah dan kebutuhan lain. Melihat orang-orang kepanikan, saya juga ikut panik. Karena kebanyakan masyarakat di sini kan menggunakan tisu, jadi itu yang paling langka. Kemudian, masyarakat juga harus menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak," ujar Satya.
Topan Renyaan, pekerja Indonesia yang bekerja di Thailand juga menceritakan kondisi terakhir negeri Gajah Putih tersebut. Menurut Topan yang sudah 5 bulan menetap di Thailand, di negara tersebut juga diterapkan PPKM atau pembatasan kegiatan sama seperti di Indonesia.
Dalam kebijakan itu, operasional kantor wajib mencapai 25% dari total kapasitas. Dengan adanya kebijakan ini, maka perusahaan-perusahaan disana kemudian menerapkan sistem bergilir. Meski begitu, Topan mengaku hal tersebut tidak merubah aktivitas kerja.
"Situasi di sana sudah kayak jaman perang. Kita akhirnya cari jam yang tidak begitu ramai untuk belanja," ujarnya. Baca juga: Datangi Serbuan Vaksin, Panglima TNI: Tempat dan Nakes Kunci Percepatan Vaksin Nasional
Namun Satya mengaku bahwa situasi saat ini sudah lebih baik. "Sekarang sih sudah berangsur normal, dan sudah lumayan enak," ucapnya.
Selain itu, Diaspora Indonesia yang menetap di Lakewood, California, ini juga mengaku menyaksikan dan merasakan panic buying di awal kemunculan pandemi.
"Waktu itu di bulan Maret 2020, Presiden Trump mengeluarkan national emergency. Jadi, orang-orang semuanya panik, langsung beli tisu toilet, tisu basah dan kebutuhan lain. Melihat orang-orang kepanikan, saya juga ikut panik. Karena kebanyakan masyarakat di sini kan menggunakan tisu, jadi itu yang paling langka. Kemudian, masyarakat juga harus menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak," ujar Satya.
Topan Renyaan, pekerja Indonesia yang bekerja di Thailand juga menceritakan kondisi terakhir negeri Gajah Putih tersebut. Menurut Topan yang sudah 5 bulan menetap di Thailand, di negara tersebut juga diterapkan PPKM atau pembatasan kegiatan sama seperti di Indonesia.
Dalam kebijakan itu, operasional kantor wajib mencapai 25% dari total kapasitas. Dengan adanya kebijakan ini, maka perusahaan-perusahaan disana kemudian menerapkan sistem bergilir. Meski begitu, Topan mengaku hal tersebut tidak merubah aktivitas kerja.
Lihat Juga :