Turunkan Risiko Penularan Corona Harus dengan Upaya Bersama
Selasa, 26 Mei 2020 - 18:27 WIB
Menurut Wiku, penilaian risiko suatu daerah dilihat dari perhitungan berbasis data dan tidak menggunakan pemodelan. Ada tiga tingkat risiko penularan di suatu wilayah terkait pandemi Covid-19 berdasarkan warna yang ditetapkan Gugus Tugas Nasional.
Merah untuk tingkat risiko tinggi, kuning menunjukkan risiko sedang, dan hijau untuk risiko rendah. Sementara, biru dianggap sebagai wilayah yang tidak terdampak.
Penilaian tingkat risiko penularan menggunakan indikator kesehatan masyarakat masyarakat, lanjut Wiku, diadaptasi dari kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Indikator tersebut terdiri dari epidemiologi, surveilen kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
"Seperti rekomendasi dari WHO, setiap negara perlu menetapkan sebuah indikator kesehatan masyarakat untuk menentukan apakah daerah itu siap untuk melakukan kegiatan atau aktivitas sosial ekonomi," terang dia.
Melihat indikator yang diterapkan, setiap wilayah kabupaten, kota maupun provinsi akan memiliki nilai yang berbeda-beda. "Indikator kesehatan masyarakat ini berlaku untuk semua daerah tetapi gambaran setiap daerah berbeda-beda," jelasnya.
Merah untuk tingkat risiko tinggi, kuning menunjukkan risiko sedang, dan hijau untuk risiko rendah. Sementara, biru dianggap sebagai wilayah yang tidak terdampak.
Penilaian tingkat risiko penularan menggunakan indikator kesehatan masyarakat masyarakat, lanjut Wiku, diadaptasi dari kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Indikator tersebut terdiri dari epidemiologi, surveilen kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
"Seperti rekomendasi dari WHO, setiap negara perlu menetapkan sebuah indikator kesehatan masyarakat untuk menentukan apakah daerah itu siap untuk melakukan kegiatan atau aktivitas sosial ekonomi," terang dia.
Melihat indikator yang diterapkan, setiap wilayah kabupaten, kota maupun provinsi akan memiliki nilai yang berbeda-beda. "Indikator kesehatan masyarakat ini berlaku untuk semua daerah tetapi gambaran setiap daerah berbeda-beda," jelasnya.
(maf)
Lihat Juga :