Masifkan Vaksinasi, Mahasiswa Kedokteran dan Keperawatan Didorong Jadi Vaksinator
Jum'at, 25 Juni 2021 - 15:11 WIB
Huda menegaskan saat ini Indonesia sedang berkejaran dengan waktu untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dalam menghadapi pandemic Covid-19. Menurutnya sebelum tercipta kekebalan kelompok maka Indonesia akan terus rawan menghadapi gelombang pandemi susulan. “Jika melihat data, vaksinasi di Indonesia relatif lamban dibandingkan beberapa negara lain. Padahal stok vaksin kita relatif aman,” katanya.
Lebih Jauh Huda mengungkapkan gelombang susulan pandemic Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Dia mencontohkan situasi saat ini di mana gelombang kedua pandemi Covid-19 telah menyerang merata di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan beberapa hari terakhir tercipta rekor baru kasus positif Covid-19 yang mencapai 20.000-an kasus per hari. “Bahkan gelombang kedua Covid-19 di Indonesia ini jika tidak ada kebijakan fundamental bisa mengancam system layanan Kesehatan mengingat tingkat bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan hampir penuh. Selain itu tenaga Kesehatan juga banyak mulai tumbang,” ujarnya. (Baca Juga :Puluhan Nakes di Depok Terpapar Corona di Tengah Lonjakan Pasien Covid-19)
Politikus PKB ini mengusulkan ada langkah darurat untuk memastikan ketersediaan tenaga Kesehatan dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 di tanah air. Menurutnya perlu percepatan kelulusan bagi mahasiswa kedokteran maupun mahasiwa keperawatan di Indonesia. “Mereka yang sudah di tingkat akhir dan tinggal menyelesaikan kewajiban akademis yang sifatnya adminitratif segera saja diluluskan. Mereka bisa segera ditugaskan untuk memperkuat ketersediaan tenaga Kesehatan dalam menghadapi pandemic Covid-19 di tanah air,” katanya.
Lebih Jauh Huda mengungkapkan gelombang susulan pandemic Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Dia mencontohkan situasi saat ini di mana gelombang kedua pandemi Covid-19 telah menyerang merata di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan beberapa hari terakhir tercipta rekor baru kasus positif Covid-19 yang mencapai 20.000-an kasus per hari. “Bahkan gelombang kedua Covid-19 di Indonesia ini jika tidak ada kebijakan fundamental bisa mengancam system layanan Kesehatan mengingat tingkat bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan hampir penuh. Selain itu tenaga Kesehatan juga banyak mulai tumbang,” ujarnya. (Baca Juga :Puluhan Nakes di Depok Terpapar Corona di Tengah Lonjakan Pasien Covid-19)
Politikus PKB ini mengusulkan ada langkah darurat untuk memastikan ketersediaan tenaga Kesehatan dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 di tanah air. Menurutnya perlu percepatan kelulusan bagi mahasiswa kedokteran maupun mahasiwa keperawatan di Indonesia. “Mereka yang sudah di tingkat akhir dan tinggal menyelesaikan kewajiban akademis yang sifatnya adminitratif segera saja diluluskan. Mereka bisa segera ditugaskan untuk memperkuat ketersediaan tenaga Kesehatan dalam menghadapi pandemic Covid-19 di tanah air,” katanya.
(war)
Lihat Juga :