Covid-19 Melonjak Tajam, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah Pusat dan Daerah

Jum'at, 25 Juni 2021 - 06:50 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir prihatin dengan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir prihatin dengan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air. Ia berpesan kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain kewajiban masyarakat mematuhi protokol kesehatan, pemerintah pusat dan daerah harus seirama dan konsisten dalam menerapkan kebijakan pengendalian wabah ini.

"Masyarakat agar semakin berdisiplin tinggi mengikuti protokol kesehatan. Sebaiknya jangan bepergian kecuali yang sangat mendesak, urgen, dan aman secara prokes. Kegiatan yang melibatkan banyak orang dan tidak urgen semestinya dihentikan seperti rekreasi, studi banding, pertemuan, dan sejenisnya," tutur Haedar melalui keterangan resmi, Kamis (24/6/2021).



Haedar ingin ketaatan terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro berangkat dari kesadaran, sehingga tidak ada upaya mencari celah untuk melanggar. Menurut dia kesadaran amat dibutuhkan dalam kondisi seperti sekarang. Pasalnya, wabah ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan orang perorang. Baca juga: Covid-19 Melonjak, Pemerintah Pertebal Pengawasan Prokes Saat Idul Adha

"Masalah pandemi ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan kelompok atau orang perorang. Satu saja di antara warga lalai, abai, ceroboh, dan nekat maka berpengaruh terhadap yang lainnya. Sudah tinggi, saatnya semua warga bangsa bersikap super waspada dalam menghadapi keadaan yang genting ini. Masalah ini bukan soal sikap takut atau tidak takut serta paranoid atau tidak, tetapi menyangkut pertaruhan keselamatan jiwa dan hajat hidup manusia keseluruhan yang harus dijaga dengan seksama serta agar kasus Covid-19 tidak semakin berat," imbuh Haedar.

Karena itu, Haedar meminta kepada pemerintah dari pusat sampai daerah dengan seluruh kelembagaan atau instansinya agar betul-betul menerapkan kebijakan yang konsisten, terpadu, dan berada dalam satu langkah yang sama, termasuk dalam menerapkan PPKM mikro. Ia mengingatkan inkonsistensi akan membuat langkah penanganan Covid-19 menjadi maju mundur atau fluktuatif, yang akhirnya kondisi bisa tidak terkendali. Baca juga: Masih Pandemi, Moeldoko Sayangkan Masih Ada Kelompok Abaikan Covid-19

"Para pejabat dan elite negeri dari pusat sampai daerah juga penting menyatukan sikap dan langkah, disertai keteladanan dalam menegakan protokol kesehatan dan tidak memberi angin kepada warga yang membuat semuanya menjadi longgar dan lalai. Bila prihatin dengan keadaan maka semua pihak mestinya semakin waspada, seksama, dan berusaha seoptimal mungkin dalam mengatasi keadaan pandemi dengan total dan simultan," jelas Haedar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!