Menakar Peluang Jenderal Andika dan Laksamana Yudo sebagai Calon Panglima TNI, Siapa Kuat?
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:15 WIB
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono kandidat terkuat menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan mengakhiri masa jabatannya pada November 2021 mendatang. Saat ini, ada dua nama mencuat sebagai kandidat terkuat menggantikan posisi orang nomor satu di institusi TNI tersebut.
Kedua nama tersebut adalah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Calon lainnya yang berpeluang adalah Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Meski memiliki peluang namun relatif kecil. Hal itu lantaran posisi Panglima TNI saat ini berasal dari matra Angkatan Udara (AU).
Jika merujuk pada rotasi antarmatra dalam sejarah pergantian pucuk pimpinan TNI maka abituren Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988 yang dilantik bersama-sama dengan Laksamana TNI Yudo Margono oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu, 20 Mei 2020 lalu ini tidak masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Meskipun dalam Undang-Undang (UU) tidak ada aturan harus bergantian antarmatra. Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto Akan Pensiun, Ini Mekanisme Pergantian Panglima TNI
Berbeda dengan Jenderal TNI Andika Perkasa dan Laksamana TNI Yudo Margono. Keduanya, sama-sama memiliki peluang yang cukup kuat menduduki jabatan Panglima TNI. Jenderal TNI Andika Perkasa misalnya, sebagai pimpinan tertinggi di matra Angkatan Darat, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 ini merupakan Pati TNI paling senior dibandingkan dua kepala staf lainnya yakni, Laksamana TNI Yudo Margono dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Kedua nama tersebut adalah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Calon lainnya yang berpeluang adalah Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Meski memiliki peluang namun relatif kecil. Hal itu lantaran posisi Panglima TNI saat ini berasal dari matra Angkatan Udara (AU).
Jika merujuk pada rotasi antarmatra dalam sejarah pergantian pucuk pimpinan TNI maka abituren Akademi Angkatan Udara (AAU) 1988 yang dilantik bersama-sama dengan Laksamana TNI Yudo Margono oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu, 20 Mei 2020 lalu ini tidak masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Meskipun dalam Undang-Undang (UU) tidak ada aturan harus bergantian antarmatra. Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto Akan Pensiun, Ini Mekanisme Pergantian Panglima TNI
Berbeda dengan Jenderal TNI Andika Perkasa dan Laksamana TNI Yudo Margono. Keduanya, sama-sama memiliki peluang yang cukup kuat menduduki jabatan Panglima TNI. Jenderal TNI Andika Perkasa misalnya, sebagai pimpinan tertinggi di matra Angkatan Darat, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987 ini merupakan Pati TNI paling senior dibandingkan dua kepala staf lainnya yakni, Laksamana TNI Yudo Margono dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Lihat Juga :