Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Satgas Pertimbangkan Tiadakan Libur Panjang
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:58 WIB
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi pun mengungkapkan saat ini sedang dipertimbangkan agar libur panjang ditiadakan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi pun mengungkapkan saat ini sedang dipertimbangkan agar libur panjang ditiadakan. Pasalnya, Setiap libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus Covid-19.
“Selama ada libur panjang akan seperti itu. Jadi kami memang sedang mempertimbangkan agar sebaiknya kita tidak ada libur panjang, karena begitu ada libur panjang selalu diikuti oleh kenaikan kasus,” ungkap Sonny secara virtual, Kamis (17/6/2021). Baca juga: Nyalakan Alarm Bahaya Covid, Bogor Perketat Prokes
Sonny mengatakan setiap libur panjang selalu diikuti oleh lonjakan kasus. “Kita tahu juga bawa varian baru tuh sebetulnya sudah masuk bahkan sebelum libur panjang. Artinya lonjakan kasus itu terjadi karena lebih karena libur panjang yang ada,” katanya.
Bahkan, kata Sonny, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kasus melihat pada empat kali libur panjang di tahun 2020 lalu. “Kami sudah sebetulnya sudah mengantisipasi dan melihat ke belakang ya pada empat kali libur panjang 2020, pernah disampaikan Presiden Jokowi 4 kali libur panjang selalu menaikkan atau menimbulkan lonjakan kasus serta diikuti oleh lonjakan angka kematian,” ucapnya. Baca juga: Epidemiolog Ungkap 2 Penyebab Beban Penanganan COVID-19 Menjadi Dobel
“Selama ada libur panjang akan seperti itu. Jadi kami memang sedang mempertimbangkan agar sebaiknya kita tidak ada libur panjang, karena begitu ada libur panjang selalu diikuti oleh kenaikan kasus,” ungkap Sonny secara virtual, Kamis (17/6/2021). Baca juga: Nyalakan Alarm Bahaya Covid, Bogor Perketat Prokes
Sonny mengatakan setiap libur panjang selalu diikuti oleh lonjakan kasus. “Kita tahu juga bawa varian baru tuh sebetulnya sudah masuk bahkan sebelum libur panjang. Artinya lonjakan kasus itu terjadi karena lebih karena libur panjang yang ada,” katanya.
Bahkan, kata Sonny, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kasus melihat pada empat kali libur panjang di tahun 2020 lalu. “Kami sudah sebetulnya sudah mengantisipasi dan melihat ke belakang ya pada empat kali libur panjang 2020, pernah disampaikan Presiden Jokowi 4 kali libur panjang selalu menaikkan atau menimbulkan lonjakan kasus serta diikuti oleh lonjakan angka kematian,” ucapnya. Baca juga: Epidemiolog Ungkap 2 Penyebab Beban Penanganan COVID-19 Menjadi Dobel
Lihat Juga :