Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Satgas Pertimbangkan Tiadakan Libur Panjang

Kamis, 17 Juni 2021 - 14:58 WIB
Ternyata, pada libur Lebaran pun tercatat 1,8 juta orang melaksanakan mudik meski telah dilarang. “Terus kemudian, lalu diikuti juga oleh peningkatan angka kematian tenaga kesehatan dengan meniadakan atau melarang mudik. Tetapi faktanya masih cukup banyak ya sekitar 1,8 juta orang yang ternyata melakukan mudik. Mereka melakukan mudik sebelum pelarangan tanggal 6 sampai 17 Mei dan setelahnya,” kata Sonny.

Sehingga, kata Sonny, terjadi kenaikan mobilitas penduduk yang menjadi pemicu lonjakan kasus Covid-19. Pasalnya, kenaikan mobilitas penduduk akan selalu diiringi oleh penurunan kepatuhan protokol kesehatan. “Padahal kami sudah sudah memprediksi kalau terjadi kenaikan mobilitas penduduk itu akan selalu diikuti oleh penurunan kepatuhan protokol kesehatan, jadi bareng itu ya. Mobilitasnya naik, kepatuhan protokol kesehatannya turun. Dan keduanya itu menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus ini,” paparnya.

Padahal, Indonesia pernah berhasil menurunkan kasus aktif Covid-19 pada Februari lalu. “Jadi karena itu, kita pernah berhasil lho ya kita berhasil menurunkan kasus aktif dari 176.500 lebih pada 5 Februari 2021 menjadi 87.662 kasus aktif di 18 Mei lalu. Jadi kita itu turun, karena apa? Karena kepatuhan protokol kesehatan yang naik, lalu kemudian mobilitas penduduknya turun. Nah itu jelas kali ketika kita dua-duanya itu berubah kepatuhanya turun, mobilitas naik, kasus aktifnya pun langsung naik seperti sekarang,” paparnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!