Nyalakan Alarm Bahaya Covid, Bogor Perketat Prokes

Kamis, 17 Juni 2021 - 14:41 WIB
loading...
Nyalakan Alarm Bahaya...
Pemkot Bogor menyalakan alarm bahaya Covid-19 dengan melakukan pengetatan maupun penindakan tegas terhadap pelanggar prokes.
A A A
BOGOR - Pemkot Bogormenyalakan alarm bahaya Covid-19 dengan melakukan pengetatan maupun penindakan tegas terhadappelanggar protokol kesehatan/prokes. Angka kasus Covid-19 di Kota Bogor dalam sepekan terakhir sedang mengalami peningkatan.

"Kami akan memperketat pengawasan protokol kesehatan di lapangan, menindak tegas semua pelanggaran termasuk pelanggaran jam operasional, kerumunan dan lain-lain," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di RSUD Kota Bogor.

Upaya lainnya menutup jalur pedestrian di seputaran Sistem Satu Arah (SSA) atau Kebun Raya Bogor pada akhir pekan besok.

"Jalur pedestrian kami putuskan untuk Sabtu-Minggu ditutup. Ini pesan kuat yang kami sampaikan kepada seluruh warga Kota Bogor bahwa situasinya serius rem sekarang harus ditarik kalau tidak maka kita akan memasuki fase yang jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya," ucapnya.

Pihaknya juga membuka ruang masyarakat agar mengadukan kepada Satgas Covid-19 apabila melihat ada kerumunan. Nantinya ditindaklanjuti secara tegas oleh petugas.

"Kami membuka ruang kepada warga untuk memberikan masukan setiap potensi pelanggaran prokes di tempat umum, kerumunan, rumah makan, resto, cafe, silahkan sampaikan ke hotline Covid. Bisa juga ke kanal sosial media pemerintah kota untuk kita respons segera, ditindak secara tegas," kata Bima.

Semua dilakukan karena angka kasus Covid-19 di Kota Bogor tengah mengalami peningkatan sehingga harus ada pengawasan dan penindakan yang lebih tegas agar tidak kembali terjerumus ke zona merah. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamendagri: Kepemimpinan...
Wamendagri: Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif di Daerah Sangat Penting
Wamendagri Buka Suara...
Wamendagri Buka Suara Soal Usulan Denda e-KTP Hilang: Itu Biaya Cetak Baru
KPK Usul Masa Jabatan...
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Partai Dibatasi 2 Periode, Wamendagri: Jangan Bertentangan dengan UU
Ngaku Tak Paham Birokrasi,...
Ngaku Tak Paham Birokrasi, Fadia Arafiq Kena Sentil Wamendagri
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Update Korban Bencana...
Update Korban Bencana Sumatera: 1.200 Orang Meninggal Dunia, 143 Masih Hilang
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Rekomendasi
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Berita Terkini
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Infografis
Bahaya Susu Kental Manis...
Bahaya Susu Kental Manis pada Anak, Bisa Picu Stunting
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved