Diduga Lakukan Ancaman kepada eks Kader PSI, Andi Arief Dilaporkan ke Polisi
Rabu, 16 Juni 2021 - 02:03 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat Andi Arief. Foto: Dok/SINDOnews
JAKARTA - Mantan kader PSI, Dedek Prayudi melaporkan akun Twitter @andiarief_ ke Polda Metro Jaya pada Selasa 15 Juni 2021. Laporan itu terkait dugaan kasus pengancaman kepada Dedek melalui media sosial .
"Iya benar, saya posting juga di akun Twitter saya dan itu memang betul kok. Sampai Polda sore kita, prosesnya cepet kok langsung diterima karena memang unsur-unsurnya dianggap memenuhi," ujarnya kepada wartawan, Selasa 15 Juni 2021. Baca juga: Sembako Bakal Dikenai PPN, Andi Arief: Mohon Sri Mulyani Ingat Waktu Miskin
Dia mengatakan, laporan terhadap akun Twitter @andiarief_ itu telah diterima polisi dengan nomor register LP/B/3083/VI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya/Tanggal 15 Juni 2021. Terlapornya pemilik akun Twitter tersebut, yang mana sangkaannya Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan atau Pasal 29 Jo Pasal 45B UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.
Dalam laporan tersebut, kata dia, diserahkan pula bukti berupa satu bundel tangkapan layar terkait ancaman yang ia terima serta sebuah USB. Laporan dibuat karena ancaman dimaksud membuat psikis dan itu terganggu, keluarga dan orangtuanya sampai mengkhawatirkannya bila terjadi hal tak diinginkan.
"Iya benar, saya posting juga di akun Twitter saya dan itu memang betul kok. Sampai Polda sore kita, prosesnya cepet kok langsung diterima karena memang unsur-unsurnya dianggap memenuhi," ujarnya kepada wartawan, Selasa 15 Juni 2021. Baca juga: Sembako Bakal Dikenai PPN, Andi Arief: Mohon Sri Mulyani Ingat Waktu Miskin
Dia mengatakan, laporan terhadap akun Twitter @andiarief_ itu telah diterima polisi dengan nomor register LP/B/3083/VI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya/Tanggal 15 Juni 2021. Terlapornya pemilik akun Twitter tersebut, yang mana sangkaannya Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan atau Pasal 29 Jo Pasal 45B UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.
Dalam laporan tersebut, kata dia, diserahkan pula bukti berupa satu bundel tangkapan layar terkait ancaman yang ia terima serta sebuah USB. Laporan dibuat karena ancaman dimaksud membuat psikis dan itu terganggu, keluarga dan orangtuanya sampai mengkhawatirkannya bila terjadi hal tak diinginkan.
Lihat Juga :