Akui Gelar Profesor Megawati Kental Politis, Rocky Gerung Ucapkan Selamat
Kamis, 10 Juni 2021 - 10:05 WIB
Tetapi kontroversi gelar Megawati juga terletak pada pidato ilmiah yang akan dibacakannya. Judul maupun materi yang dibuat atas nama Megawati tersebut, menyorot sekaligus mengapresiasi positif kinerja Megawati sendiri saat menjadi presiden dan atribut jabatan lain.
Aktivis Rocky Gerung mengatakan, guru besar biasanya dinilai dari kompilasi karya-karya ilmiahnya. Dari jurnal ilmiah itulah gelar guru besar bisa diperoleh. ”Bukan sebaliknya jadi guru besar lalu bikin jurnal ilmiah,” tutur Rocky dalam video berjudul Pidato Pengukuhan Profesor HC Megawati Bocor. Judulnya Bikin Netizen Ngakak!, dikutip Kamis (10/6/2021).
Rocky sepakat bahwa pemberian gelar dari Unhan tersebut itu lebih bermotif politik., terutama untuk kepentingan 2024. Unhan, lanjut Rocky, tepatnya bukan di bawah Kemhan, tetapi Menhan Prabowo Subianto.
“Semua orang justru mengintip aspek politis, bukan akademisnya. Kenapa? Karena Megawati itu tokoh yang masih menentukan politik Indonesia. Semua orang yang ingin meneruskan karir politiknya harus berbaik-baik dengan Megawati,” ujar mantan dosen pengajar filsafat Universitas Indonesia itu.
Baca juga: Kronologi Pemberian Gelar Profesor Kehormatan Unhan untuk Megawati
Aktivis Rocky Gerung mengatakan, guru besar biasanya dinilai dari kompilasi karya-karya ilmiahnya. Dari jurnal ilmiah itulah gelar guru besar bisa diperoleh. ”Bukan sebaliknya jadi guru besar lalu bikin jurnal ilmiah,” tutur Rocky dalam video berjudul Pidato Pengukuhan Profesor HC Megawati Bocor. Judulnya Bikin Netizen Ngakak!, dikutip Kamis (10/6/2021).
Rocky sepakat bahwa pemberian gelar dari Unhan tersebut itu lebih bermotif politik., terutama untuk kepentingan 2024. Unhan, lanjut Rocky, tepatnya bukan di bawah Kemhan, tetapi Menhan Prabowo Subianto.
“Semua orang justru mengintip aspek politis, bukan akademisnya. Kenapa? Karena Megawati itu tokoh yang masih menentukan politik Indonesia. Semua orang yang ingin meneruskan karir politiknya harus berbaik-baik dengan Megawati,” ujar mantan dosen pengajar filsafat Universitas Indonesia itu.
Baca juga: Kronologi Pemberian Gelar Profesor Kehormatan Unhan untuk Megawati
Lihat Juga :