Pembelajaran Tatap Muka Hanya 2 Jam, IDI Sebut Sebagai Jalan Tengah

Rabu, 09 Juni 2021 - 05:30 WIB
“Lalu, apakah kita harus skeptis pada pelaksanaannya nanti? Begini. Skeptis boleh saja. Tapi harus didasari data. Pasalnya satu kebijakan ini belum tentu cocok untuk semua daerah. Apalagi daerah berstatus zona merah dan yang bed occupancy rate (BOR) tinggi. Ada baiknya dipertimbangkan dengan baik untuk buka kembali sekolah-sekolahnya,” papar Zubairi.

Zubairi mengatakan kebijakan PTM ini bisa dilaksanakan di daerah zona hijau atau kuning. Meskipun, dia keberatan jika dilaksanakan di daerah dengan positivity rate COVID-19 yang tinggi. “Kalau daerah zona hijau dan kuning, saya pikir bisa-bisa saja, meski agak keberatan juga jika melihat positivity rate yang masih tinggi.”

Dia pun berharap agar semua guru dipastikan telah divaksinasi COVID-19. “Semoga saja tiap daerah bisa memastikan semua gurunya telah divaksinasi. Kalau perlu, tak hanya guru. Tapi semua staf di sekolah tersebut,” paparnya. (Baca juga; Disdik DKI Jakarta: Sebanyak 300 Sekolah Mendaftarkan PTM )

Zubairi pun berpesan tetap perketat monitoring dan konsisten menjalankan protokol kesehatan. “Maka itu, saya hanya bisa berpesan. Tolong perketat monitoring dan konsisten dalam menjalankan protokol,” tegasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!