Gas Pol, Memanfaatkan Momentum
Senin, 31 Mei 2021 - 05:23 WIB
Komoditas andalan Indonesia Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit dan batubara belakangan mengalami kenaikan harga. Komoditas andalan ekspor tersebut dapat menyokong penerimaan negara dari sisi bea keluar. Pada batu bara, peningkatan harganya mencapai USD93/ton, di mana salah satunya didorong oleh peningkatan permintaan kebutuhan batu bara dari Jepang serta adanya sentimen terkait menurunnya suplai dibanding permintaan batu bara secara global.Program vaksinasi dan penerapan new normal di seluruh dunia telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi di berbagai negara. Selain itu, permintaan komoditas batu bara juga berpeluang naik seiring pulihnya perekonomian Tiongkok yang merupakan pasar utama ekspor batu bara Indonesia. Tiongkok sebagai importir batu bara terbesar dunia saat ini merupakan pemegang peranan penting dalam pergerakan harga batu bara di 2021. Seiring dengan kenaikan harga batu bara, harga CPO juga masih menunjukan peningkatan (MYR4.186/ton pada 16 April 2021).Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kenaikan populasi di China merupakan faktor utama yang hingga kini menjaga harga CPO.Keberhasilan Negeri Panda dalam mengangkat ekonominya dari kejatuhan akibat Covid-19 dapat dimanfaatkan oleh Indonesia sebagai momentum untuk mendorong ekspor yang delanjutnya berimplikasi pada penguatan penerimaan negara.
Pada saat ini ekspor masih diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kembali positif. BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus sebesar US$5,5 miliar atau Rp80,3 triliun (Rp14.600 per US$) sepanjang kuartal I - 2021. Total nilai ekspor pada kuartal I - 2021 mencapai US$48,9 miliar, di mana ekspor terbesar didominasi oleh minyak dan lemak hewan nabati dan bahan bakar mineral. Ekspor tambang merupakan penyumbang ekspor terbesar kedua di negara ini, setelah produk industri. Oleh sebab itu, komoditas batu bara memiliki potensi mendorong ekonomi nasional tumbuh positif. Faktor utama yang menjadi momentum kini tak lain adalah permintaan dunia yang akan mulai meningkat setelah vaksin Covid 19 disuntikan.
Badai krisis akibat pandemi perlahan telah terlewati. Kini berbagai peluang untuk bangkit dari keterpurukan telah ada di depan mata. Bagi seluruh sektor ekonomi di Indonesia, terutama para pengusaha, kini saatnya perlu memanfaatkan momentum pemulihan harga melalui kegiatan operasional yang andal dan berjalan lancar serta sisi keuangan yang kuat. Momentum yang ada saat ini adalah waktu yag tepat untuk kembali agresif memanfaatkan pasar ekspor dan merestrukturisasi bisnis yang ada menjadi lebih baik pasca pandemi. Keberhasilan setiap sektor dalam menangkap momentum yang ada adalah amunisi besar yang mampu mendorong keberhasilan Indonesia untuk keluar dari jurang resesi. Semoga.
Pada saat ini ekspor masih diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kembali positif. BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus sebesar US$5,5 miliar atau Rp80,3 triliun (Rp14.600 per US$) sepanjang kuartal I - 2021. Total nilai ekspor pada kuartal I - 2021 mencapai US$48,9 miliar, di mana ekspor terbesar didominasi oleh minyak dan lemak hewan nabati dan bahan bakar mineral. Ekspor tambang merupakan penyumbang ekspor terbesar kedua di negara ini, setelah produk industri. Oleh sebab itu, komoditas batu bara memiliki potensi mendorong ekonomi nasional tumbuh positif. Faktor utama yang menjadi momentum kini tak lain adalah permintaan dunia yang akan mulai meningkat setelah vaksin Covid 19 disuntikan.
Badai krisis akibat pandemi perlahan telah terlewati. Kini berbagai peluang untuk bangkit dari keterpurukan telah ada di depan mata. Bagi seluruh sektor ekonomi di Indonesia, terutama para pengusaha, kini saatnya perlu memanfaatkan momentum pemulihan harga melalui kegiatan operasional yang andal dan berjalan lancar serta sisi keuangan yang kuat. Momentum yang ada saat ini adalah waktu yag tepat untuk kembali agresif memanfaatkan pasar ekspor dan merestrukturisasi bisnis yang ada menjadi lebih baik pasca pandemi. Keberhasilan setiap sektor dalam menangkap momentum yang ada adalah amunisi besar yang mampu mendorong keberhasilan Indonesia untuk keluar dari jurang resesi. Semoga.
(war)
Lihat Juga :