Koalisi PDIP-Gerindra di Pilpres 2024 Sudah Kawin Gantung, Tinggal Tunggu Peresmian
Jum'at, 28 Mei 2021 - 15:53 WIB
"Itu istilah saya untuk menggambarkan suatu spektrum ideologi yang nasionalis yang berusaha memproteksi kalangan kelas menengah ke bawah, berbeda dengan nasionalis pro kapital atau pasar bebas," ujarnya.
Sedangkan faktor yang kedua, mengenai hubungan sejarah. Hubungan pribadi antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri telah dijalin lama alias mempunyai sejarah panjang.
"Hubungan kesejarahannya panjang, kepulangan Pak Prabowo ke Indonesia itu ada peran Ibu Mega dan Pak Taufik Kiemas almarhum dan menurut saya itu tidak bisa dilupakan dan tidak mungkin dilupakan," tuturnya.
Sedangkan faktor yang ketiga adalah kedekatan pribadi antara Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kendati dua kali head to head dalam Pilpres, keduanya sangat dekat dan saling membantu satu sama lain ketika dibutuhkan.
Baca juga: Duet Prabowo-PDIP Realisasi Perjanjian Batu Tulis yang Tertunda?
Sedangkan faktor yang kedua, mengenai hubungan sejarah. Hubungan pribadi antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri telah dijalin lama alias mempunyai sejarah panjang.
"Hubungan kesejarahannya panjang, kepulangan Pak Prabowo ke Indonesia itu ada peran Ibu Mega dan Pak Taufik Kiemas almarhum dan menurut saya itu tidak bisa dilupakan dan tidak mungkin dilupakan," tuturnya.
Sedangkan faktor yang ketiga adalah kedekatan pribadi antara Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kendati dua kali head to head dalam Pilpres, keduanya sangat dekat dan saling membantu satu sama lain ketika dibutuhkan.
Baca juga: Duet Prabowo-PDIP Realisasi Perjanjian Batu Tulis yang Tertunda?
Lihat Juga :