Jokowi Harus Sudahi Geger TWK di KPK
Selasa, 18 Mei 2021 - 06:05 WIB
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memicu polemik di tengah masyarakat. (Ilustrasi: KORAN SINDO/Tyud)
KISRUH hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki babak baru. Kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa seharusnya KPK menjadikan TWK sebagai sarana untuk perbaikan lembaga antikorupsi tersebut ke depan. Artinya hasil TWK tidak menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan pegawai bisa lolos masuk sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau tidak.
Sikap Jokowi pun sejalan dengan pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan uji materi UU Nomor 19/2019 tentang KPK yang menyatakan pengalihan status menjadi ASN tidak boleh merugikan pegawai KPK.
Sikap Jokowi ini melegakan. Setidaknya menjadi jalan tengah atas kekisruhan yang telanjur melebar ke mana-mana. Kita tahu, setidaknya dalam dua pekan terakhir, bangsa ini terpolarisasi lagi pada dua kutub, yakni yang setuju langkah KPK dan yang kontra-TWK. Polarisasi itu meruncing lantaran tiap pihak menguatkan argumentasinya dengan berbagai cara agar kian mendapat dukungan publik. Imbasnya seolah-olah polemik ini tak ada ujung pangkalnya.
Pada tahap tertentu, ketegangan wacana seperti ini tentu kita sayangkan. Sebab tantangan bangsa hari-hari ini juga tak ringan seperti bagaimana memitigasi secara komprehensif warga yang baru saja balik dari kampung halaman seusai Lebaran agar terkontrol dengan maksimal. Tujuannya jika mereka membawa virus korona bisa secepatnya terdeteksi dan mudah untuk dikendalikan.
Sikap Jokowi pun sejalan dengan pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan uji materi UU Nomor 19/2019 tentang KPK yang menyatakan pengalihan status menjadi ASN tidak boleh merugikan pegawai KPK.
Sikap Jokowi ini melegakan. Setidaknya menjadi jalan tengah atas kekisruhan yang telanjur melebar ke mana-mana. Kita tahu, setidaknya dalam dua pekan terakhir, bangsa ini terpolarisasi lagi pada dua kutub, yakni yang setuju langkah KPK dan yang kontra-TWK. Polarisasi itu meruncing lantaran tiap pihak menguatkan argumentasinya dengan berbagai cara agar kian mendapat dukungan publik. Imbasnya seolah-olah polemik ini tak ada ujung pangkalnya.
Pada tahap tertentu, ketegangan wacana seperti ini tentu kita sayangkan. Sebab tantangan bangsa hari-hari ini juga tak ringan seperti bagaimana memitigasi secara komprehensif warga yang baru saja balik dari kampung halaman seusai Lebaran agar terkontrol dengan maksimal. Tujuannya jika mereka membawa virus korona bisa secepatnya terdeteksi dan mudah untuk dikendalikan.
Lihat Juga :