Teroris KKB-OPM Dinilai Tak Peduli dengan Orang Asli Papua

Jum'at, 07 Mei 2021 - 13:58 WIB
Ibarat orang kesurupan yang jinnya telah berhasil diusir keluar meninggalkan tubuh dan kesadaran, Tebuni kini kembali ke pangkuan NKRI dan menyatakan tobat. "Dia bilang, selama bertahun-tahun menyaksikan kekejaman kelompoknya, hatinya menjerit tiap kali menyaksikan penyiksaan dan kekejian yang dilakukan kelompoknya terhadap warga," kata Nurkhasanah.

Baca juga: Pasca Kontak Tembak Pasukan TNI/Polri dengan KKB, Warga Ilaga yang Ngungsi Sudah Kembali

"Bukan hanya warga Papua yang berasal dari pendatang, tapi juga warga asli, yang kulitnya sama hitam, rambut sama keriting, tetapi tak bisa membantu mereka karena kemiskinan yang diderita. Kekejian apa lagi yang kurang, manakala orang sudah tega melakukan hal itu kepada sesamanya sendiri yang tak kuasa apa-apa?" tambahnya.

Menurut Nurkhasanah, orang-orang asli Papua yang direkrut teroris KKB seperti Tenius Tebuni, bukan jenis orang yang punya kehendak macam-macam. Mereka orang-orang sederhana yang urusannya pun tak lebih dari hal-hal primer semata.

"Tenius bilang, mereka direkrut teroris KKB dengan janji cukup makan, rokok dan uang. Namun seiring berjalannya waktu, janji tersebut tak satu pun pernah terwujud. Rata-rata pemimpin teroris KKB ternyata pembohong, tukang kibul. Alih-alih cukup makan enak sebagaimana janji, rokok terus ngebul seperti sepur, eh, mereka lebih sering kelaparan di dalam hutan, kekurangan logistik," ungkapnya.

Kelaparan dan lebih kenyang makan janji itu, menurut Nurkhasanah sebagaimana pengakuan Tenius Tebuni, yang tampaknya membuat mereka gelap mata manakala warga Papua yang mereka peras dan ancam tak bisa memuaskan permintaan mereka. Akhirnya, sebagaimana tersiar dikabarkan media massa, kelompok teroris KKB pun semakin ringan tangan, keji dan brutal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!