Pasca-KRI Nanggala Tenggelam, PKS Desak Pemerintah Modernisasi Alutsista

Rabu, 28 April 2021 - 14:10 WIB
Mulyanto mengatakan, banyak Alutsista yang ada sekarang berumur melebihi dari jangka waktu efektif penggunaan yang ditentukan. Untuk itu Mulyanto mendorong Menristek, sebagai anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), menginisiasi perumusan ulang kebijakan pengembangan industri pertahanan nasional.

Hal tersebut dinilainya perlu dilakukan dalam rangka memperbaharui alutsista nasional agar memenuhi batas minimum kemampuan (minimum essential force atau MEF).

"Hasil produksi industri pertahanan kita, baik Pindad maupun PAL tidak kalah dengan produk impor. Bahkan kerap kali produk Pindad menjadi juara dalam berbagai perlombaan penggunaan senjata," kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Posting Video Kru Nanggala 402 Nyanyi Lagu Sampai Jumpa, Militer Kanada: We Hear You...

Artinya kata dia, kualitas produk industri Hankam Indonesia ini sudah sangat baik. "Yang dibutuhkan adalah political will dan dukungan kebijakan pemerintah, agar jam terbang produksi industri Hankam tersebut semakin tinggi, sehingga semakin menghasilkan produk inovasi hankam yang berdaya saing tinggi," ujar Mulyanto.

Mulyanto menambahkan hasil riset dan pengembangan Hankam, baik yang dilakukan oleh lembaga riset maupun oleh industri Hankam perlu didorong untuk disempurnakan dan diproduksi secara domestik. "Pelaksanaannya tentu saja pada saat keuangan negara sudah membaik. Masak semangatnya kalah dengan jama’ah Masjid Jogokaryan, Yogyakarta," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!