Kapal Selam Nanggala 402 Hilang, Hillary Ingatkan soal Perawatan Alutsista

Sabtu, 24 April 2021 - 13:59 WIB
Sehingga, menurut dia, dibutuhkan penyegaran untuk meningkatkan kualitas alat pertahanan. "Kemudian saya juga sangat berharap bahwa dalam setiap pembelanjaan alutsista tentu harus dipertimbangkan secara matang tentang tata cara perawatan dan pemeliharaan alat tersebut," kata anggota Fraksi Partai Nasdem ini.

Sebab, lanjut dia, dari cacatan kejadian kecelakaan yang terjadi rata-rata terjadi karena adanya kesalahan pada sistem alat tersebut (instrumental error). "Hal ini menunjukkan bahwa yang menjadi poin utama dalam memiliki atau penambahan alutsista, yaitu perawatan dan pemeliharaan yang baik," pungkas anggota DPR RI termuda periode 2019-2024 ini.Baca juga: Tiba di Bali, US P8 Poseidon Siap Cari KRI Nanggala-402

Diketahui, Kapal selam milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI Nanggala 402 dilaporkan hilang kontak saat latihan penembakan torpedo di laut utara Bali. Hilang kontaknya KRI Nanggala-402 ini tidak hanya menjadi perbincangan dalam negeri.

Namun juga menjadi sorotan media-media asing. kapal selam KRI Nanggala-402 ini dibuat di Jerman.BKapal selam ini memiliki kecepatan jelajah 21,5 knot. Kapal selam ini hilang ketika sedang melakukan latihan di sekitar perairan bali dan sesaat hendak melepaskan tembakan torpedo.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!