TIDAR Dorong Keterwakilan Perempuan di Semua Lini
Jum'at, 23 April 2021 - 15:01 WIB
"Kalau sistemnya itu tidak memberikan ruang adanya keterwakilan perempuan tersebut itu di swasta maupun juga di pemerintahan sudah pasti dengan sendirinya akan mempersulit adanya perempuan untuk naik kelas," jelasnya.
Selain itu, sempitnya ruang perempuan dalam mendapatkan pendidikan juga menjadi salah satu tantangan soal kesamaan hak. Untuk itu, dia berharap ke depan hal ini tidak terjadi lagi. Jika ingin adanya keterwakilan perempuan itu ada.
Apalagi pemerintah tengah mendorong upaya peningkatan keterwakilan perempuan. Hal itu mengingat faktanya, sejak pemilihan umum (Pemilu) 2004 lalu, jumlah keterwakilan perempuan di Parlemen terutama DPR RI masih belum mencapai 30%. Baca juga: Karya Pelukis Indonesia Nunung WS Ramaikan Pameran 16 Seniman Perempuan Sedunia di Tokyo
"Kalau misalkan mau ada keterwakilan perempuan tapi perempuan tidak berpendidikan kan tidak bisa. Padahal rasio kependudukan di Indonesia itu beda tipis 50,9% laki-laki 49% perempuan artinya hampir sama," pungkasnya.
Selain itu, sempitnya ruang perempuan dalam mendapatkan pendidikan juga menjadi salah satu tantangan soal kesamaan hak. Untuk itu, dia berharap ke depan hal ini tidak terjadi lagi. Jika ingin adanya keterwakilan perempuan itu ada.
Apalagi pemerintah tengah mendorong upaya peningkatan keterwakilan perempuan. Hal itu mengingat faktanya, sejak pemilihan umum (Pemilu) 2004 lalu, jumlah keterwakilan perempuan di Parlemen terutama DPR RI masih belum mencapai 30%. Baca juga: Karya Pelukis Indonesia Nunung WS Ramaikan Pameran 16 Seniman Perempuan Sedunia di Tokyo
"Kalau misalkan mau ada keterwakilan perempuan tapi perempuan tidak berpendidikan kan tidak bisa. Padahal rasio kependudukan di Indonesia itu beda tipis 50,9% laki-laki 49% perempuan artinya hampir sama," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :