Urgensi Pendidikan Perubahan Iklim
Selasa, 20 April 2021 - 05:10 WIB
Saiful Maarif (Foto: Istimewa)
Saiful Maarif
Bekerja pada Kementerian Agama dan Penggiat Birokrat Menulis
PERUBAHAN iklim telah menggeser pemahaman dasar tentang status kebencanaan. Selama ini kita memahami dan merasa ditenangkan dengan pandangan efek Corialis. Pandangan ini meyakini bahwa tinggal dan berada di garis Khatulistiwa menghindarkan diri dari kemungkinan bencana siklon. Namun, bencana siklon Seroja yang menerjang NTT beberapa waktu lalu membuktikan sebaliknya. Hal ini harus menjadi pengingat bersama bahwa kita tidak bisa lagi merasa jauh dari kemungkinan siklon yang kerap terjadi di negara tetangga seperti Filipina, Bangladesh, dan Vietnam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mewanti-wanti bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman baru yang berpotensi menimbulkan bencana (SINDOnews, 14/04/2021). Siklon tropis Seroja yang menghantam NTT menjadi peringatan semua pihak untuk bersegera dalam mengembangkan kesadaran baru berinteraksi dengan alam. Di dalamnya, pendidikan menjadi tonggak utama dalam membentuk cetak biru generasi mendatang yang lebih arif dan bijaksana dalam berkomitmen dengan alam dan lingkungan hidup. Di samping itu, pendidikan menjadi peluang penting untuk menumbuhkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di Tanah Air yang membayangi tiap saat.
Belakangan, banyak hal yang terkait dengan pendidikan mudah atau selalu dikaitkan dengan perlunya menyiapkan diri memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan seterusnya. Arus pemikiran dan pandangan ini bisa menghantarkan sikap mekanistik jika tidak diimbangi dengan sikap dan pandangan yang bersumber pada penghargaan terhadap alam, lingkungan, dan perubahan iklim.
Bekerja pada Kementerian Agama dan Penggiat Birokrat Menulis
PERUBAHAN iklim telah menggeser pemahaman dasar tentang status kebencanaan. Selama ini kita memahami dan merasa ditenangkan dengan pandangan efek Corialis. Pandangan ini meyakini bahwa tinggal dan berada di garis Khatulistiwa menghindarkan diri dari kemungkinan bencana siklon. Namun, bencana siklon Seroja yang menerjang NTT beberapa waktu lalu membuktikan sebaliknya. Hal ini harus menjadi pengingat bersama bahwa kita tidak bisa lagi merasa jauh dari kemungkinan siklon yang kerap terjadi di negara tetangga seperti Filipina, Bangladesh, dan Vietnam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mewanti-wanti bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman baru yang berpotensi menimbulkan bencana (SINDOnews, 14/04/2021). Siklon tropis Seroja yang menghantam NTT menjadi peringatan semua pihak untuk bersegera dalam mengembangkan kesadaran baru berinteraksi dengan alam. Di dalamnya, pendidikan menjadi tonggak utama dalam membentuk cetak biru generasi mendatang yang lebih arif dan bijaksana dalam berkomitmen dengan alam dan lingkungan hidup. Di samping itu, pendidikan menjadi peluang penting untuk menumbuhkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di Tanah Air yang membayangi tiap saat.
Belakangan, banyak hal yang terkait dengan pendidikan mudah atau selalu dikaitkan dengan perlunya menyiapkan diri memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan seterusnya. Arus pemikiran dan pandangan ini bisa menghantarkan sikap mekanistik jika tidak diimbangi dengan sikap dan pandangan yang bersumber pada penghargaan terhadap alam, lingkungan, dan perubahan iklim.
Lihat Juga :