Bertemu PPP, PKS Belum Terlalu Yakin dengan Poros Islam?
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Pertemuan antara Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Rabu (14/4/2021) lalu, memunculkan isu adanya poros Islam untuk menghadapi Pemilu 2024. Poros Islam ini digadang-gadang mampu mengusung calon untuk bertarung dalam Pilpres mendatang.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tak menampik adanya pembahasan skenario 2024 dengan PPP. Namun apakah akan ada poros Islam setelah, tampaknya Anggota Komisi II DPR RI ini belum terlalu yakin.
"Dengan tidak ada revisi UU Pemilu 2017, hampir semua partai, kecuali PDIP, harus berkoalisi, sehingga sangat baik komunikasi dilakukan sejak awal. Karena kita tidak ingin rushing, terburu-buru hingga akhirnya justru tidak menghasilkan kombinasi yang tidak optimal," kata Mardani dalam sebuah unggahan video di Youtube, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: PAN Tidak Akan Ikut Poros Islam di Pemilu 2024, Ini Alasannya
Menurutnya, politik adalah seni dari ketidakmungkinan. Karena itu, bisa saja poros Islam terwujud. Namun, Mardani menyadari bahwa partai Islam bukan lah mayoritas, sehingga tetap butuh partai nasionalis ketika ingin mengusun calon tertentu.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tak menampik adanya pembahasan skenario 2024 dengan PPP. Namun apakah akan ada poros Islam setelah, tampaknya Anggota Komisi II DPR RI ini belum terlalu yakin.
"Dengan tidak ada revisi UU Pemilu 2017, hampir semua partai, kecuali PDIP, harus berkoalisi, sehingga sangat baik komunikasi dilakukan sejak awal. Karena kita tidak ingin rushing, terburu-buru hingga akhirnya justru tidak menghasilkan kombinasi yang tidak optimal," kata Mardani dalam sebuah unggahan video di Youtube, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: PAN Tidak Akan Ikut Poros Islam di Pemilu 2024, Ini Alasannya
Menurutnya, politik adalah seni dari ketidakmungkinan. Karena itu, bisa saja poros Islam terwujud. Namun, Mardani menyadari bahwa partai Islam bukan lah mayoritas, sehingga tetap butuh partai nasionalis ketika ingin mengusun calon tertentu.
Lihat Juga :