Reshuffle, Abdul Mu'ti dari Muhammadiyah Bisa Didorong Jadi Mendikbudristek
Selasa, 13 April 2021 - 20:37 WIB
"Supaya imbang dan proporsional ada kemungkinan Prof Abdul Mu'ti ini akan menjadi menjadi Menteri Pendidikan yang baru karena memang secara tradisi yang namanya Menteri Pendidikan itu biasanya punya latar belakang Muhammadiyah, sementara untuk Nahdlatul Ulama jatahnya dari Menteri Agama, jadi klop kayaknya," ucapnya.
Dirinya pun yakin bahwa Muhammadiyah bakal mendukung jika Abdul Mu'ti diangkat menjadi menteri, bukan wakil menteri sebagaimana tawaran pada reshuffle kabinet Januari 2021 lalu.
"Rasanya PP Muhammadiyah pasti dukung kalau Prof Abdul Mu'ti jadi Mendikbudristek," jelasnya.
Di samping itu, dia melihat Abdul Mu’ti adalah sosok yang memiliki alam pemikiran moderat dan toleran. Hal tersebut relevan di tengah suburnya paham radikal. Sehingga, sudah saatnya institusi pendidikan Indonesia menjadi pintu penyemaian pemikiran toleran melawan radikalisme.
"Pendidikan jadi pintu menuju penyemaian pemikiran radikal versus toleran. Kebetulan topik pidato Guru Besar Prof. Abdul Mu'ti. Cocok. Buku-buku yang ditulis Prof Abdul Mu'ti menggambarkan pemikiran Islam nya yang moderat dan toleran," tuturnya.
Selain itu, dia menilai sudah saatnya Kementerian Pendidikan dikembalikan kepada Muhammadiyah yang sudah berpengalaman mengelola sekitar kurang lebih 162 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sementara tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA lebih banyak lagi sebagaimana data bulan Agustus 2020.
Dirinya pun yakin bahwa Muhammadiyah bakal mendukung jika Abdul Mu'ti diangkat menjadi menteri, bukan wakil menteri sebagaimana tawaran pada reshuffle kabinet Januari 2021 lalu.
"Rasanya PP Muhammadiyah pasti dukung kalau Prof Abdul Mu'ti jadi Mendikbudristek," jelasnya.
Di samping itu, dia melihat Abdul Mu’ti adalah sosok yang memiliki alam pemikiran moderat dan toleran. Hal tersebut relevan di tengah suburnya paham radikal. Sehingga, sudah saatnya institusi pendidikan Indonesia menjadi pintu penyemaian pemikiran toleran melawan radikalisme.
"Pendidikan jadi pintu menuju penyemaian pemikiran radikal versus toleran. Kebetulan topik pidato Guru Besar Prof. Abdul Mu'ti. Cocok. Buku-buku yang ditulis Prof Abdul Mu'ti menggambarkan pemikiran Islam nya yang moderat dan toleran," tuturnya.
Selain itu, dia menilai sudah saatnya Kementerian Pendidikan dikembalikan kepada Muhammadiyah yang sudah berpengalaman mengelola sekitar kurang lebih 162 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sementara tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA lebih banyak lagi sebagaimana data bulan Agustus 2020.
Lihat Juga :