Lone Wolf dan Transformasi Strategi Teror
Jum'at, 09 April 2021 - 05:30 WIB
Nafik Muthohirin (Foto: Istimewa)
Nafik Muthohirin
Dosen UMM, Direktur Program RBC Institute A Malik Fadjar
AKSI bom bunuh diri di Makassar, Minggu (28/3), dan penyusupan di Mabes Polri, Rabu (31/3), serta serangkaian penangkapan terduga teroris dalam satu pekan ini membelalakkan mata publik bahwa tindak terorisme tak pernah mati. Ideologi radikal berbasiskan agama selalu tumbuh dengan menyasar kaum muda yang sedang mencari identitas.
Meski pemerintah terus menekan keberadaan mereka, diseminasi pemikiran dan pola gerakan kelompok teroris tetap mengalami transformasi. Melalui Jamaah Ansharut Daulah (JAD), misalnya, pola serangan dan target ancaman yang dilancarkan mengalami perubahan dibanding aksi-aksi terorisme yang terjadi pada awal 2000-an.
Aksi tunggal (lone wolf) dan bom bunuh diri menjadi pilihan strategi yang dilakukan JAD. Tujuannya sangatlah jelas, mereka menargetkan serangan kepada aparat pemerintah, kepolisian, dan warga nonmuslim.
Pergerakan JAD yang bercirikan lone wolf tersebut sangatlah menakutkan. Sebab, pola ini bekerja tidak atas instruksi pimpinan di jaringan teroris. Mereka menjalankan misi secara sendiri-sendiri, masuk dalam kerumunan, menargetkan korban yang sudah ditentukan sendiri, serta pergerakannya tidak mudah dibaca aparat.
Dosen UMM, Direktur Program RBC Institute A Malik Fadjar
AKSI bom bunuh diri di Makassar, Minggu (28/3), dan penyusupan di Mabes Polri, Rabu (31/3), serta serangkaian penangkapan terduga teroris dalam satu pekan ini membelalakkan mata publik bahwa tindak terorisme tak pernah mati. Ideologi radikal berbasiskan agama selalu tumbuh dengan menyasar kaum muda yang sedang mencari identitas.
Meski pemerintah terus menekan keberadaan mereka, diseminasi pemikiran dan pola gerakan kelompok teroris tetap mengalami transformasi. Melalui Jamaah Ansharut Daulah (JAD), misalnya, pola serangan dan target ancaman yang dilancarkan mengalami perubahan dibanding aksi-aksi terorisme yang terjadi pada awal 2000-an.
Aksi tunggal (lone wolf) dan bom bunuh diri menjadi pilihan strategi yang dilakukan JAD. Tujuannya sangatlah jelas, mereka menargetkan serangan kepada aparat pemerintah, kepolisian, dan warga nonmuslim.
Pergerakan JAD yang bercirikan lone wolf tersebut sangatlah menakutkan. Sebab, pola ini bekerja tidak atas instruksi pimpinan di jaringan teroris. Mereka menjalankan misi secara sendiri-sendiri, masuk dalam kerumunan, menargetkan korban yang sudah ditentukan sendiri, serta pergerakannya tidak mudah dibaca aparat.
Lihat Juga :