Pengamat Politik Sebut Fokus Kritikan Kubu Moeldoko Adalah Politik Dinasti

Kamis, 08 April 2021 - 11:41 WIB
Ketiga, Igor mengatakan bahwa dulu raja itu dilahirkan, tetapi sekarang raja itu harus diciptakan melalui 'image building'. Dia menuturkan, salah satu pencitraan yang mudah mendapat tempat di hati masyarakat adalah faktor keturunan. "Tampilnya AHY, Gibran Rakabuming, Hanafi Rais, atau Puan Maharani, misalnya, akan tetap mendapat tempat di kalangan publik," imbuhnya.

Baca juga: Resmi Keluar, Hanafi Rais Bukan Lagi Anggota PAN

Faktanya, kata Igor, kritik terhadap AHY tidak membuatnya kalah secara elektoral di mata publik, terutama terhadap pesaingnya dalam lingkaran konflik internal di tubuh Partai Demokrat.

"Tidak masalah kucing itu putih atau hitam, yang penting bisa menangkap tikus. Begitu juga dalam gelanggang politik, tidak masalah figur itu anak siapa, sepanjang punya elektabilitas dan popularitas, maka layak dimajukan dalam kontestasi, baik lokal maupun nasional," tuturnya.

Dia berpendapat, soal menang atau kalah dalam kontestasi dan kompetisi itu hal biasa, yang tergantung dari strategi politiknya. "Dan soal leadership dan kinerjanya itu 'time will tell' dan pada akhirnya, publik juga yang akan menilai nanti saat pilkada atau pemilu. Mengkritik memang mudah, yang sulit itu ngaca," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!