Moeldoko Ajak Mathlaul Anwar Persempit Ruang Paham Radikal dan Intoleransi
Rabu, 07 April 2021 - 07:05 WIB
Selain itu, Moeldoko juga mengapresiasi Mathlaul Anwar sebagai penggerak sektor pendidikan yang mandiri telah berkontribusi menerapkan nilai-nilai Pancasila. Terlebih, hingga saat ini Mathlaul Anwar telah memiliki lebih dari 2.000 madrasah di 33 Provinsi dan 70 perguruan setingkat SD, SMP, dan SMA serta satu perguruan tinggi.
Moeldoko yang saat itu didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin, ikut mendukung usulan nama KH. Mas Abdurrahman, yang merupakan pendiri Mathlaul Anwar, sebagai salah satu pahlawan nasional bidang pendidikan.
"Kami siap ikut menyuarakan. Apalagi, KH Mas Abdurrahman punya kontribusi luar biasa untuk bangsa dari sisi pembangunan SDM," ujar Moeldoko.
Pada kesempatan itu Moeldoko juga mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-20 dan Munas Muslimat ke-5 Mathlaul Anwar yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 1-3 April 2021 lalu.
Diketahui, Muktamar Mathla'ul Anwar yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia tersebut mengusung tema Menata Umat Merekat Bangsa dan dihadiri secara virtual sekaligus dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin.
Moeldoko yang saat itu didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Ali Mochtar Ngabalin, ikut mendukung usulan nama KH. Mas Abdurrahman, yang merupakan pendiri Mathlaul Anwar, sebagai salah satu pahlawan nasional bidang pendidikan.
"Kami siap ikut menyuarakan. Apalagi, KH Mas Abdurrahman punya kontribusi luar biasa untuk bangsa dari sisi pembangunan SDM," ujar Moeldoko.
Pada kesempatan itu Moeldoko juga mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-20 dan Munas Muslimat ke-5 Mathlaul Anwar yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 1-3 April 2021 lalu.
Diketahui, Muktamar Mathla'ul Anwar yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia tersebut mengusung tema Menata Umat Merekat Bangsa dan dihadiri secara virtual sekaligus dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin.
(maf)
Lihat Juga :