Ketua DPD Berharap Kekayaan Budaya Kalimantan Jadi Ikon Ibu Kota Baru
Selasa, 06 April 2021 - 09:21 WIB
"Suku-suku ini memiliki kebiasaan, adat, dialek, budaya serta wilayahnya sendiri. Asal muasal mereka erat kaitannya dengan dunia bahari sebagai nenek moyang bangsa ini," kata La Nyalla.Baca juga: Geger Desain Istana Garuda Ibu Kota Baru, Bappenas Ajak Arsitek Ngumpul Bareng
Sebagaimana diketahui, suku ini memiliki enam rumpun yang terbagi ke dalam 405 sub-etnis. Uniknya, dalam keseharian mereka masih menggunakan bahasa yang masuk ke dalam kategori bahasa Austronesia di Asia.
"Inilah salah satu keunikan budaya di Kalimantan yang patut mendapat perhatian pemerintah dalam konteks pembangunan ibu kota baru di wilayah tersebut. Selain harus melestarikan, ibu kota baru juga harus mencerminkan nilai-nilai lokal yang merupakan representasi dari budaya lokal," kata Senator Dapil Jawa Timur tersebut.Baca juga: Di IAIN Samarinda, Ketua DPD Sampaikan Sejumlah Catatan untuk Ibu Kota Baru
Sedangkan mengenai keyakinan, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu bilang mereka awalnya memiliki keyakinan tradisional Kaharingan. Namun, mulai banyak yang memeluk agama Islam dan Kristen pada abad ke-19.
"Kekayaan bangsa terhadap ragam budaya ini tidak seluruhnya dapat kita ketahui. Jadi, saya berharap kekayaan budaya di Kalimantan ini dapat dijadikan ikon ibu kota baru nantinya yang memiliki filosofi mendalam," harap alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Sebagaimana diketahui, suku ini memiliki enam rumpun yang terbagi ke dalam 405 sub-etnis. Uniknya, dalam keseharian mereka masih menggunakan bahasa yang masuk ke dalam kategori bahasa Austronesia di Asia.
"Inilah salah satu keunikan budaya di Kalimantan yang patut mendapat perhatian pemerintah dalam konteks pembangunan ibu kota baru di wilayah tersebut. Selain harus melestarikan, ibu kota baru juga harus mencerminkan nilai-nilai lokal yang merupakan representasi dari budaya lokal," kata Senator Dapil Jawa Timur tersebut.Baca juga: Di IAIN Samarinda, Ketua DPD Sampaikan Sejumlah Catatan untuk Ibu Kota Baru
Sedangkan mengenai keyakinan, mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu bilang mereka awalnya memiliki keyakinan tradisional Kaharingan. Namun, mulai banyak yang memeluk agama Islam dan Kristen pada abad ke-19.
"Kekayaan bangsa terhadap ragam budaya ini tidak seluruhnya dapat kita ketahui. Jadi, saya berharap kekayaan budaya di Kalimantan ini dapat dijadikan ikon ibu kota baru nantinya yang memiliki filosofi mendalam," harap alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.
(dam)
Lihat Juga :