Menkes Sebut Ketersediaan Vaksin COVID-19 di Tanah Air Terancam Embargo
Jum'at, 26 Maret 2021 - 16:11 WIB
Negara selain yang memproduksi vaksin ada beberapa negara yang suntikan vaksin COVID-19 masih di atas Indonesia, yakni ada Israel, Jerman, Turki dan Brazil. “Di atas lagi ada dua negara yang suntikannya besar itu Israel sama Jerman. Itu mungkin masih bisa terkejar tuh. Di atasnya lagi ada Turki sama Brazil,” katanya.
“Jadi itu adalah 6 negara yang masih suntikannya lebih banyak dari Indonesia. Dari berapa? Dari 165 negara di dunia dan mungkin 50-60 yang sudah bisa vaksinasi. Jadi kalau ada orang begini ya kita sudah menjadi 7 terbaik, sisa di luar yang punya vaksin,” sambung Budi.
Budi juga mengatakan bahwa dalam 2-3 minggu terakhir ini suntikan vaksin COVID-19 di Indonesia semakin cepat. “Berikutnya ini baru makin cepat di 2 minggu, 3 minggu terakhir. Kenapa? Sengaja kita atur demikian kenapa? Karena ini tergantung pada ketersediaan vaksinnya.” Baca juga: Menkes: Suntikan Vaksinasi COVID-19 Dosis 1 dan 2 Tembus 10 Juta
Bahkan, kata Budi, suntikan vaksin COVID-19 di Indonesia sudah 500 ribu per hari. “Perlahan-lahan gradualist kita naik sekarang suntikannya sudah 500.000 per day. Kalau angka 10 juta itu, ini masalah vaksinasi adalah masalah ketersediaan vaksin, itu barang yang sangat langka direbutin di seluruh dunia,” tegasnya.
“Jadi itu adalah 6 negara yang masih suntikannya lebih banyak dari Indonesia. Dari berapa? Dari 165 negara di dunia dan mungkin 50-60 yang sudah bisa vaksinasi. Jadi kalau ada orang begini ya kita sudah menjadi 7 terbaik, sisa di luar yang punya vaksin,” sambung Budi.
Budi juga mengatakan bahwa dalam 2-3 minggu terakhir ini suntikan vaksin COVID-19 di Indonesia semakin cepat. “Berikutnya ini baru makin cepat di 2 minggu, 3 minggu terakhir. Kenapa? Sengaja kita atur demikian kenapa? Karena ini tergantung pada ketersediaan vaksinnya.” Baca juga: Menkes: Suntikan Vaksinasi COVID-19 Dosis 1 dan 2 Tembus 10 Juta
Bahkan, kata Budi, suntikan vaksin COVID-19 di Indonesia sudah 500 ribu per hari. “Perlahan-lahan gradualist kita naik sekarang suntikannya sudah 500.000 per day. Kalau angka 10 juta itu, ini masalah vaksinasi adalah masalah ketersediaan vaksin, itu barang yang sangat langka direbutin di seluruh dunia,” tegasnya.
(kri)
Lihat Juga :