Menuju New Normal Seperti Apakah Itu?
Rabu, 20 Mei 2020 - 06:41 WIB
Lalu, bagaimana respons manajemen perusahaan pelat merah menuju new normal ? Sejumlah BUMN sedang mempersiapkan skenario, PT ASDP Indonesia Ferry sedang membentuk task force untuk merumuskan skenario new normal dengan tetap memperhatikan berbagai unsur dalam perusahaan. Tak terkecuali terhadap stakeholders perusahaan pengelola pelabuhan dan angkutan penyeberangan antarpulau itu. Begitupla dengan maskapai PT Garuda Indonesia Tbk, sedang merumuskan skema new normal yang disesuaikan dengan bidang bisnis (jasa penerbangan). BUMN sektor industri tak mau kalah, adalah PT INKA telah merumuskan skenario new normal dengan membagi karyawan menjadi dua grup. Jam kerja karyawan INKA akan dibagi menjadi dua shift baik di perkantoran maupun di pabrik.
Rupanya, skenario new normal yang akan dilaksanakan di lingkungan BUMN diapresiasi oleh anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Dalam keterangannya yang dimuat sejumlah media massa, Mufti meyakini skenario new normal dapat memberi tiga dampak positif. Pertama , gaya hidup sehat akan semakin meningkat di lingkungan BUMN yang melibatkan jutaan orang, dari karyawan hingga ekosistemnya. Kedua , produktivitas ekonomi lokal dan nasional bisa bertahap ditingkatkan. Skenario new normal BUMN memungkinkan semua rencana bisnis kembali digerakkan lebih cepat. Ketiga , dapat menaikkan produktivitas ekonomi secara langsung yang berdampak ke masyarakat.
Tentu timbul pertanyaan mengapa mesti BUMN yang menjadi acuan yang menggerakkan masyarakat untuk menuju new normal ? Memang, perusahaan pelat merah diharapkan menjadi influencer dan role model untuk mengajak masyarakat menuju new normal , karena BUMN menjadi lokomotif lebih dari 1/3 perekonomian nasional. Pihak Kementerian BUMN berharap lokomotif tersebut dapat bergerak cepat ke new normal sehingga diikuti pergerakan new normal dengan alamiah di tengah masyarakat. Pascapandemi virus mematikan ini dipastikan gaya hidup dan aktivitas keseharian masyarakat berubah sehingga memang perlu antisiapsi sebaik mungkin untuk menghindari kegagapan yang mendadak. Sekali lagi, pengertian new normal bukan dalam konteks kembali normal sebagaimana sebelum terjadinya pandemi Covid-19. (*)
Rupanya, skenario new normal yang akan dilaksanakan di lingkungan BUMN diapresiasi oleh anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Dalam keterangannya yang dimuat sejumlah media massa, Mufti meyakini skenario new normal dapat memberi tiga dampak positif. Pertama , gaya hidup sehat akan semakin meningkat di lingkungan BUMN yang melibatkan jutaan orang, dari karyawan hingga ekosistemnya. Kedua , produktivitas ekonomi lokal dan nasional bisa bertahap ditingkatkan. Skenario new normal BUMN memungkinkan semua rencana bisnis kembali digerakkan lebih cepat. Ketiga , dapat menaikkan produktivitas ekonomi secara langsung yang berdampak ke masyarakat.
Tentu timbul pertanyaan mengapa mesti BUMN yang menjadi acuan yang menggerakkan masyarakat untuk menuju new normal ? Memang, perusahaan pelat merah diharapkan menjadi influencer dan role model untuk mengajak masyarakat menuju new normal , karena BUMN menjadi lokomotif lebih dari 1/3 perekonomian nasional. Pihak Kementerian BUMN berharap lokomotif tersebut dapat bergerak cepat ke new normal sehingga diikuti pergerakan new normal dengan alamiah di tengah masyarakat. Pascapandemi virus mematikan ini dipastikan gaya hidup dan aktivitas keseharian masyarakat berubah sehingga memang perlu antisiapsi sebaik mungkin untuk menghindari kegagapan yang mendadak. Sekali lagi, pengertian new normal bukan dalam konteks kembali normal sebagaimana sebelum terjadinya pandemi Covid-19. (*)
(cip)
Lihat Juga :