Keadilan Pembiayaan bagi Nelayan Kecil
Senin, 22 Maret 2021 - 06:15 WIB
Keadilan Pembiayaan bagi Nelayan Kecil
Dani Setiawan
Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia, Pengajar FISIP UIN Jakarta
Meskipun perikanan skala kecil di Indonesia memiliki potensi yang besar dan dalam banyak hal lebih berkelanjutan, posisinya dalam struktur perekonomian masih marginal. Perikanan skala kecil pada posisi yang dirugikan ketika bersaing untuk mendapatkan sumber daya perikanan dan akses pasar dengan armada perikanan besar. Jumlah armada kapal perikanan skala kecil yang dominan tidak lantas mendapat prioritas dalam kebijakan.
Posisi superior dalam hal populasi sering hanya menjadi momen perayaan. Umbul-umbul janji untuk menghadirkan kesejahteraan kerap dikibarkan hingga menambah ornamen dalam setiap perhelatan panggung kekuasaan. Banyak agenda digelar, tetapi eksekusi adalah satu masalah akut yang kerap menjangkiti para pengambil kebijakan. Salah satu persoalan yang dihadapi nelayan kecil adalah kurangnya informasi dan akses pembiayaan. Satu topik yang terus dibicarakan, tetapi belum terlihat kemajuan yang menggembirakan. Hambatan pembiayaan penangkapan ikan merupakan usaha yang padat modal. Kebutuhannya mencakup modal produksi (pembelian kapal, mesin beserta alat tangkap), modal operasional (biaya melaut seperti membeli BBM, perbekalan, dll) serta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat nelayan mengalami paceklik. Pada waktu-waktu tertentu nelayan juga harus menyisihkan dana untuk memperbaiki kapal, mesin atau alat tangkap yang rusak.
Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia, Pengajar FISIP UIN Jakarta
Meskipun perikanan skala kecil di Indonesia memiliki potensi yang besar dan dalam banyak hal lebih berkelanjutan, posisinya dalam struktur perekonomian masih marginal. Perikanan skala kecil pada posisi yang dirugikan ketika bersaing untuk mendapatkan sumber daya perikanan dan akses pasar dengan armada perikanan besar. Jumlah armada kapal perikanan skala kecil yang dominan tidak lantas mendapat prioritas dalam kebijakan.
Posisi superior dalam hal populasi sering hanya menjadi momen perayaan. Umbul-umbul janji untuk menghadirkan kesejahteraan kerap dikibarkan hingga menambah ornamen dalam setiap perhelatan panggung kekuasaan. Banyak agenda digelar, tetapi eksekusi adalah satu masalah akut yang kerap menjangkiti para pengambil kebijakan. Salah satu persoalan yang dihadapi nelayan kecil adalah kurangnya informasi dan akses pembiayaan. Satu topik yang terus dibicarakan, tetapi belum terlihat kemajuan yang menggembirakan. Hambatan pembiayaan penangkapan ikan merupakan usaha yang padat modal. Kebutuhannya mencakup modal produksi (pembelian kapal, mesin beserta alat tangkap), modal operasional (biaya melaut seperti membeli BBM, perbekalan, dll) serta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat nelayan mengalami paceklik. Pada waktu-waktu tertentu nelayan juga harus menyisihkan dana untuk memperbaiki kapal, mesin atau alat tangkap yang rusak.
Lihat Juga :