Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Walhi Sulsel: Ini Jawaban Atas Doa Kami
Minggu, 28 Februari 2021 - 11:28 WIB
Di tahun yang sama, Walhi Sulsel bersama perempuan-perempuan Pulau Kodingareng melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Sulsel. Bahkan hingga harus tidur harus bermalam di depan Kantor Gubernur untuk dapat berdialog dan berdiskusi langsung untuk menanyakan soal alasan gubernur akan menerbitkan izin-izin tambang pasir laut bagi perusahaan yang diduga kuat memiliki kedekatan dengan gubernur itu sendiri.
"Sayangnya dua malam berturut-turut nelayan tidak juga kunjung ditemui pempuan-perempuan Kodingareng tidak kunjung ditemui dan saya masih ingat betul bagaimana perempuan-perempuan Pulau Kodingareng saat itu berdoa, mengaji dan meminta keadilan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar gubernur tetap akan diberi teguran itu yang kami sempat lakukan berdoa lalu kemudian memanjatkan mengharapkan ada keadilan bagi masyarakat pesisir pulau-pulau kecil serta nelayan tradisional yang cenderung yang miskin," urainya.
"Kemudian kami berdoa agar mendapatkan agar pemerintah dalam lingkup tersebut diberi teguran dan diberi sanksi yang serupa atas apa penderitaan yang dialami masyarakat," sambung Amin.
Walhi Sulsel juga memberikan apresiasi kepada KPK yang sudah melakukan penegakan hukum yang tepat dengan menangkap dan memeriksa gubernur Sulawesi Selatan atas dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. Baca juga: Tanggapi Kasus Nurdin Abdullah, Hasto: PDIP Takkan Intervensi Proses Hukum di KPK
"Kami lihat penangkapan ini merupakan jawaban atas seluruh doa-doa dan harapan kita semua, kita berharap ada perubahan yang mendasar. Itu yang kami sempat melakukan berdoa lalu kemudian memanjatkan mengharapkan ada keadilan bagi masyarakat pesisir pulau-pulau kecil nelayan-nelayan tradisional yang cenderung miskin itu kemudian berdoa agar mendapatkan agar pemerintah pemerintah dalam hal ini gubernur diberi teguran dan diberi sanksi yang serupa atas apa perbuatannya kepada masyarakat," tutupnya.
"Sayangnya dua malam berturut-turut nelayan tidak juga kunjung ditemui pempuan-perempuan Kodingareng tidak kunjung ditemui dan saya masih ingat betul bagaimana perempuan-perempuan Pulau Kodingareng saat itu berdoa, mengaji dan meminta keadilan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar gubernur tetap akan diberi teguran itu yang kami sempat lakukan berdoa lalu kemudian memanjatkan mengharapkan ada keadilan bagi masyarakat pesisir pulau-pulau kecil serta nelayan tradisional yang cenderung yang miskin," urainya.
"Kemudian kami berdoa agar mendapatkan agar pemerintah dalam lingkup tersebut diberi teguran dan diberi sanksi yang serupa atas apa penderitaan yang dialami masyarakat," sambung Amin.
Walhi Sulsel juga memberikan apresiasi kepada KPK yang sudah melakukan penegakan hukum yang tepat dengan menangkap dan memeriksa gubernur Sulawesi Selatan atas dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. Baca juga: Tanggapi Kasus Nurdin Abdullah, Hasto: PDIP Takkan Intervensi Proses Hukum di KPK
"Kami lihat penangkapan ini merupakan jawaban atas seluruh doa-doa dan harapan kita semua, kita berharap ada perubahan yang mendasar. Itu yang kami sempat melakukan berdoa lalu kemudian memanjatkan mengharapkan ada keadilan bagi masyarakat pesisir pulau-pulau kecil nelayan-nelayan tradisional yang cenderung miskin itu kemudian berdoa agar mendapatkan agar pemerintah pemerintah dalam hal ini gubernur diberi teguran dan diberi sanksi yang serupa atas apa perbuatannya kepada masyarakat," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :