Organisasi Sayap Demokrat Ungkap tentang Sosok Moeldoko

Kamis, 25 Februari 2021 - 20:37 WIB
"Ada lima alasan kenapa kami menyayangkan bahkan menurut saya langkah semacam itu harus segera diberangus, dalam rangka menjaga proses demokratisasi yang sehat. Demokratisasi tidak boleh diboncengi oleh mental-mental busuk karena pemimpin yang semacam itu yang mementingkan persoaaln materi hanya ingin uang dan sebagainya. Jelas bahwa akan melenakan rakyat," kata Ketum Orsap Bintang Muda Indonesia Farhan Efendi di Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Namanya Disebut SBY, Moeldoko: Memang Belum Selesai di Demokrat?

Pertama, kata Farhan, pihaknya menganggap tindakan teman-teman yang berkumpul di Bellagio adalah irrasional dan tidak ada dasar. Karena, orsap dalam status AD ART Partai Demokrat tidak memiliki hak untuk menyuarakan KLB. Kedua, apa yang dikemukakan bahwa AHY gagal ini juga sangat tidak ada alasan dan berlawanan dengan fakta yang ada di masyarakat.

"Satu tahun ini kepemimpinan AHY dirasa tidak hanya partai dmeokrat tapi sleuruh bangsa Indonesia adalah paling visioner, terbukti bahwa Partai Demokrat hari ini bisa mencapai kemenangan di Pilkada itu sebuah prestasi yang semua orang tahu, manakala ada teman-teman bahkan orang dalam sendiri itu tidak berprestasi itu adalah pemikiran yang tidak waras dan pasti sudah kemasukan coro, dalam otaknya," tukasnya.

Farhan mengaku tidak tahu apakah ada iming-iming atau tidak, yang jelas dalam praktik politik itu hal semacam itu bukan semacam hal yang tabu. Tapi, bagi aktivis itu adalah moral yang buruk dan busuk. Dan dia mengaku heran kenapa Partai Demokrat harus dipimpin oleh orang dari eksternal, dan Moeldoko itu bukan orang yang baik untuk dijadikan pemimpin Demokrat. Bahkan, Moeldoko dikenal sebagai Panglima TNI yang suka pamer kekayaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!