SBY Disebut Restui Kudeta Demokrat, AHY: Itu Tidak Benar

Kamis, 18 Februari 2021 - 09:12 WIB
Sesuai dengan surat yang pernah SBY tulis dan kirimkan kepada para Ketua DPD, DPC dan seluruh kader pada 5 Januari 2021, sambung AHY, SBY justru memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan PD yakni, Ketum AHY dan seluruh jajarannya sesuai hasil Kongres V PD tanggal 15 Maret 2020, yang sah. Dalam surat itu, SBY juga mengingatkan untuk tidak adanya matahari kembar dalam kepemimpinan Partai Demokrat.

"Sedangkan, dalam menghadapi GPK-PD, beliau menitipkan pesan dan amanah kepada kita: agar kita kuat, karena yang kuat dan solid akan menang," ujar AHY.

Oleh karena itu, AHY mengajak semua agar jangan nodai partai dengan para pengkhianat. Dalam bentuk apapun, pengkhianat tidak bisa diterima kehadirannya di tengah organisasi manapun. Sekali dicap pengkhianat, sulit untuk mengembalikan kepercayaan itu, seumur hidup.

Baca juga: AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi

"Saya yakin dan percaya kita bukanlah pengkhianat. Tetapi hal itu saja tidak cukup untuk membuat partai ini bangkit dan besar lagi. Maka, selain tidak menjadi pengkhianat, kita juga harus melawan para pengkhianat-pengkhianat itu. Itulah sejatinya jiwa seorang patriot; pembela kebenaran dan keadilan, untuk menegakkan aturan dan hukum yang berlaku secara konstitusional," ucapnya.

Untuk itu, AHY menginstruksikan kepada segenap jajaran pimpinan dan pengurus, serta seluruh kader Partai Demokrat di mana pun berada, mari lawan, cegah, tangkal, dan hadapi para pelaku GPK-PD dengan keberanian seorang patriot. Persoalan GPK-PD ini bukan sekedar masalah internal. PD solid, tetapi faktor eksternal yang terlibat juga bukan sekedar berita bohong, karena telah dibuktikan dengan data dan fakta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!