Muhammadiyah: Sangat Keliru Menilai Din Syamsuddin Radikal

Jum'at, 12 Februari 2021 - 13:08 WIB
Sebagai akademisi dan ASN, kata Mu'ti, Din Syamsuddin adalah seorang guru besar politik Islam yang terkemuka. Di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, Din Syamsudin adalah satu-satunya Guru Besar Hubungan Internasional.

"Secara akademik, FISIP UIN sangat memerlukan sosok Pak Din. Saya tahu persis, di tengah kesibukan di luar kampus, Pak Din masih aktif mengajar, membimbing mahasiswa, dan menguji tesis atau disertasi," paparnya.

Menurut Mu'ti, bahwa Din Syamsuddin banyak melontarkan kritik, hal itu adalah bagian dari panggilan iman, keilmuan, dan tanggung jawab kebangsaan. "Kritik adalah hal yang sangat wajar dalam alam demokrasi dan diperlukan dalam penyelenggaraan negara. Jadi semua pihak hendaknya tidak anti kritik yang konstruktif," tuturnya.

Dalam situasi negara yang sarat dengan masalah, kata Mu'ti, sebaiknya semua pihak berpikir dan bekerja serius mengurus dan menyelesaikan berbagai problematika kehidupan. Semua pihak hendaknya tidak sesak dada terhadap kritik yang dimaksudkan untuk kemaslahatan bersama. Baca juga: Tingkatkan Penanganan Kasus Covid-19 di RS, AS Kerjasama dengan Muhammadiyah

"Saatnya semua elemen bangsa bersatu dan saling bekerja sama dengan menyingkirkan semua bentuk kebencian golongan dan membawa masalah privat ke ranah publik," tegas Mu'ti.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!